Adjustable Leverage dan Margin Buffer: Senjata Baru Trader di Pintu Futures

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 25 Oktober 2025 | 19:05 WIB
Pintu Pro Futures tambah fitur web untuk verifikasi akun dan kelola risiko. (foto/Doc. PINTU)
Pintu Pro Futures tambah fitur web untuk verifikasi akun dan kelola risiko. (foto/Doc. PINTU)

BeritaNasional.com -  Pintu Futures, produk unggulan dari aplikasi Pintu, kembali menarik perhatian dunia kripto Indonesia.

Platform ini menghadirkan dua fitur terbaru yang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan para trader derivatif: Adjustable Leverage dan Initial Margin Buffer.

“Kedua fitur ini dirancang untuk memberikan perlindungan ekstra bagi trader sekaligus meningkatkan pengalaman trading secara keseluruhan,” kata Head of Product Marketing Pintu, Iskandar Mohammad, dalam keterangannya Sabtu (25/10/2025).

“Kami selalu mendengarkan masukan dari para pengguna Pintu Futures dan kini kami hadirkan fitur yang bisa memberikan fleksibilitas yaitu Adjustable Leverage dan juga fitur Initial Margin Buffer untuk mengurangi risiko trading derivatif kripto,” ucapnya lebih lanjut.

Adjustable Leverage: Kendali Penuh di Tangan Trader

Fitur Adjustable Leverage memungkinkan pengguna Pintu Futures mengatur leverage mulai dari 1x hingga 25x. Dengan fleksibilitas ini, trader memiliki kendali penuh dalam menyesuaikan strategi trading sesuai profil risiko dan target profit yang ingin dicapai.

Fasilitas ini sangat berguna bagi trader pemula yang ingin bermain aman, sekaligus menarik bagi trader berpengalaman yang ingin memaksimalkan potensi keuntungan dari pergerakan harga kripto.

“Adjustable Leverage memungkinkan pengguna untuk mengatur leverage mulai dari 1x hingga 25x. Fleksibilitas ini memberikan pengguna kendali penuh untuk menyesuaikan strategi tradingnya dengan tingkat risiko dan potensi keuntungan yang ingin diinginkan,” jelas Iskandar.

Initial Margin Buffer: Perlindungan dari Risiko Likuidasi

Selain leverage fleksibel, Pintu juga memperkenalkan fitur Initial Margin Buffer yang berfungsi sebagai perlindungan tambahan terhadap risiko likuidasi.

Fitur ini secara otomatis menahan margin lebih besar ketika dibutuhkan, sehingga posisi trader tetap aman saat pasar bergerak cepat.

“Fitur kedua yaitu Initial Margin Buffer berfungsi untuk mengunci margin lebih banyak secara otomatis untuk mengurangi risiko likuidasi. Fitur ini membuat trading futures menjadi lebih terkendali,” ujar Iskandar.

Tak hanya dua fitur baru ini, pengguna Pintu Futures juga sudah bisa menikmati berbagai alat bantu trading yang inovatif seperti:

  • Take Profit (TP) dan Stop Loss (SL)
  • Indikator margin
  • Price protection
  • Stop order

Kehadiran fitur-fitur tersebut menunjukkan komitmen Pintu untuk terus meningkatkan kualitas dan kenyamanan pengguna dalam bertransaksi aset kripto derivatif.

“Berbagai fitur unggulan, inovatif, serta komprehensif yang ada di Pintu Futures sejalan dengan performa positif yang ditampilkan,” ujar Iskandar.

Pertumbuhan Positif: Volume Trading Naik Hampir 200%

Kinerja Pintu Futures menunjukkan tren pertumbuhan yang mengesankan. Secara quarter-on-quarter (QoQ), volume trading pada kuartal III 2025 tercatat naik hampir 200%, diiringi peningkatan pengguna baru dan pengguna aktif hingga 20%.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pengguna aplikasi Pintu yang memberikan kepercayaan penuh kepada kami untuk dapat memberikan layanan terbaik dalam perdagangan aset crypto dan derivatif crypto di Indonesia,” ungkap Iskandar.

Sementara itu, Industri derivatif kripto di Indonesia sendiri berkembang pesat. Mengutip data dari Bursa Kripto CFX, sejak resmi diluncurkan pada September 2024 hingga September 2025, transaksi derivatif kripto telah menembus angka Rp73,8 triliun.

Tercatat terdapat 192 kontrak aktif, dengan lima di antaranya menjadi kontrak paling banyak diperdagangkan:
BTCUSDT-PERP, ETHUSDT-PERP, SOLUSDT-PERP, PEPEUSDT-PERP, dan XRPUSDT-PERP.

Iskandar mengingatkan pentingnya kesadaran risiko sebelum memulai trading derivatif:

“Perlu diingat dengan cermat bahwa perdagangan derivatif crypto punya risiko tinggi sehingga penting sebelum memulai trading kripto derivatif dapat memahami konsep-konsep dasar, manajemen risiko, dan menggunakan uang dingin,” paparnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: