APEC Ke-32 Dimulai di Gyeongju, Pemimpin Asia-Pasifik Didesak Perkuat Solidaritas untuk Masa Depan Berkelanjutan
BeritaNasional.com - Pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Ke-32 resmi dimulai di Gyeongju, Korea Selatan, pada Jumat (31/10/2025).
Para pemimpin dari 21 anggota APEC berkumpul dengan satu tujuan, mencari upaya kerja sama ekonomi yang lebih kuat dan memetakan jalan bersama demi tercapainya masa depan kawasan yang berkelanjutan.
Pertemuan tahunan ini dipandu oleh tema utama Membangun Masa Depan yang Berkelanjutan yang agendanya berfokus pada upaya memajukan konektivitas regional, memacu pertumbuhan yang didorong oleh inovasi, serta menciptakan kawasan Asia-Pasifik yang lebih tangguh.
Dilansir dari Xinhua News, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung menyoroti tantangan besar yang dihadapi kawasan. Menurut dia, tatanan perdagangan bebas global kini mengalami perubahan dramatis, yang berimbas pada semakin dalamnya ketidakpastian ekonomi, dan hilangnya momentum perdagangan serta investasi.
Oleh karena itu, Presiden Lee menyerukan peningkatan kerja sama dan solidaritas di antara negara-negara APEC untuk mengatasi tantangan-tantangan baru ini.
"Kita dapat bersatu untuk mencapai tujuan akhir, yakni kesejahteraan bersama," tegas Lee.
Didirikan pada 1989, APEC telah lama dikenal sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang dinamis dan forum regional yang vital.
Berdasarkan Analisis Tren Regional APEC terbaru, prospek pertumbuhan ekonomi di kawasan APEC diproyeksikan mencapai 3,1 persen pada tahun 2025, angka yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.
Kenaikan proyeksi ini didukung oleh perdagangan yang tangguh dan kuatnya permintaan global untuk barang-barang berteknologi tinggi.
Namun, laporan tersebut juga mengeluarkan peringatan. APEC memperkirakan bahwa pertumbuhan ini berpotensi melambat menjadi 2,9 persen pada tahun 2026 seiring dengan meningkatnya utang publik dan memudarnya beberapa faktor pendorong pertumbuhan sementara.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu






