Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, AHY Ceritakan Pertimbangan SBY Saat Beri Gelar ke Soekarno

Oleh: Kiswondari
Senin, 10 November 2025 | 06:55 WIB
Soeharto jadi pahlawan nasional, AHY ceritakan pertimbangan SBY saat beri gelar ke Soekarno. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Soeharto jadi pahlawan nasional, AHY ceritakan pertimbangan SBY saat beri gelar ke Soekarno. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Presiden RI Prabowo Subianto akan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sejumlah tokoh pada Hari Pahlawan 10 November, termasuk Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Presiden ke-2 Soeharto. Atas keputusan ini, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengapresiasi langkah itu, ia pun menceritakan saat Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan gelar pahlawan ke Presiden RI ke-1 Soekarno. 

AHY menyebut bahwa keputusan ini sebagai langkah penting untuk menyatukan sejarah dan menghormati semua kontribusi besar dalam perjalanan bangsa.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pendahulunya. Gus Dur dan Pak Harto, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, telah memberikan sumbangsih luar biasa bagi Indonesia semasa hidupnya,” ujar AHY di Jakarta, Minggu (9/11/2025). 

Menurut AHY, pengakuan negara terhadap jasa para presiden terdahulu merupakan tanda kedewasaan bangsa dalam melihat sejarah secara utuh dan adil, tanpa terjebak pada perbedaan politik masa lalu. Apalagi, setiap era kepemimpinan pasti memiliki tantangan dan konteksnya sendiri. 

“Setiap era memiliki tantangan dan konteksnya sendiri. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan perjuangan mereka, memperkuat persatuan, menegakkan keadilan, dan memastikan rakyat hidup sejahtera,” terangnya. 

AHY mencontohkan, ketika pendiri Partai Demokrat, SBY menjabat sebagai Presiden RI, ia juga memberikan gelar pahlawan nasional kepada mantan Presiden Soekarno, pada tahun 2012. Karena SBY melihat semuanya secara komprehensif melalui mekanisme yang berlaku, apalagi Bung Karno sebagai manusia juga pasti memiliki kekurangan dan juga kontribusi untuk negara. 

"Tentu ada pro dan kontra, tetapi Bapak SBY ketika itu melihatnya secara komprehensif melalui mekanisme yang berlaku. Sebagai manusia biasa, Bung Karno pasti ada kekurangan juga, tetapi kontribusinya kepada negara, tidak mungkin dilupakan. Itulah yang membuat Pak SBY yakin untuk memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Bung Karno," ungkap AHY. 

Oleh karena itu, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah itu menegaskan bahwa Partai Demokrat menilai bahwa keputusan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi kebangsaan di tengah dinamika politik yang terus berkembang.

"Semangat rekonsiliasi dan penghargaan terhadap jasa para pemimpin bangsa akan memperkokoh fondasi kebangsaan dan memperkuat optimisme menuju masa depan Indonesia yang lebih baik," tandas AHY. sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: