Ciptakan Sekolah Aman, Pemerintah Sempurnakan Aturan

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Selasa, 11 November 2025 | 15:56 WIB
Sejumlah siswa Sekolah Rakyat dapat beasiswa perguruan tinggi dan pekerjaan. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Sejumlah siswa Sekolah Rakyat dapat beasiswa perguruan tinggi dan pekerjaan. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

BeritaNasional.com -  Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) siap menyempurnakan aturan lama untuk memperkuat implementasi sekolah aman dari berbagai tindakan kekerasan. Pernyataan ini disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti sebagai respon dari kejadian insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara beberapa waktu lalu.

Abdul Mu'ti mengatakan penyempurnakan aturan Permendikbud Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan akan lebih menekankan pendekatan yang lebih humanis, komprehensif dan partisipatif.

“Permendikbud yang ada itu perlu kami sempurnakan dengan pendekatan yang lebih humanis, komprehensif, dan partisipatif. Karena itu dengan berbagai peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini, kami berupaya agar peristiwa yang di Jakarta kemarin mudah-mudahan menjadi yang pertama dan yang terakhir,” ujarnya.

Mu'ti yang menyampaikan hal saat membuka International Conference on Cross-Cultural Religious Literacy (ICCCRL) atau Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya di Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2025) juga menerangkan pendekatan yang lebih humanis akan dilakukan dengan memperkuat layanan bimbingan dan konseling di sekolah melalui penerapan prinsip "heart to heart".

Dengan begitu siswa dapat bercerita dari hati dengan leluasa, percaya diri, dan tanpa tekanan mengenai permasalahan yang tengah dialami kepada guru wali masing-masing.

“Sehingga pendekatannya adalah pendekatan heart to heart gitu, supaya murid ini bisa bercerita lah dari hati ke hati, dari perasaan yang penuh percaya diri untuk bisa menyampaikan berbagai hal kepada guru wali. Nah kalau kami bisa mengembangkan sikap yang lebih humanis maka kami bisa membangun budaya saling menerima di antara semua insan pendidikan,” katanya.

Sedangkan pendekatan lebih komprehensif akan melihat permasalahan secara menyeluruh, termasuk hal-hal yang sifatnya spiritual.

Menurut dia, permasalahan yang dialami oleh anak tidak hanya berkaitan dengan kegiatan akademik.

Dengan pendekatan komprehensif, pihaknya berupaya melihat permasalahan peserta didik dari berbagai sisi, termasuk yang sifatnya spiritual.

"Murid perlu mendapatkan bimbingan dan spiritualitas, ini adalah bagian penting dari tujuan pendidikan nasional. Pendidikan nasional itu kan tujuannya diantaranya adalah membangun generasi yang beriman dan bertakwa dan berakhlak mulia nah ini yang coba kita bangun," terangnya. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: