Korban Ledakan SMAN 72 Alami Gangguan Pendengaran, Bisa Pulih jika Cepat Ditangani

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 11 November 2025 | 17:12 WIB
Warga SMAN 72 Jakarta korban ledakan saat mendapat pendampingan. (Foto/Istimewa)
Warga SMAN 72 Jakarta korban ledakan saat mendapat pendampingan. (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih saat ini merawat 11 korban insiden ledakan SMAN 72 Jakarta Utara. Mereka rata-rata mengalami kondisi gangguan pendengaran, salah satunya. korban LH yang masih dirawat di ICU.

Direktur Utama RSI Cempaka Putih Pradono Handojo menjelaskan fungsi pendengaran yang dialami para korban rata-rata terganggu akibat dampak suara ledakan saat kejadian hingga mengalami cedera paling parah 90 persen.

“Saya ingin merevisi ini karena sebelumnya dikatakan masalah gangguan pendengaran sekitar 75 persen. Tapi, ternyata lebih dari 90 persen ada gangguan pada pendengaran karena trauma akustik ya, akibat suara yang dahsyat yang keluar dari sana (ledakan),” kata Pradono kepada wartawan pada Selasa (11/11/2025).

Walaupun kondisinya cukup parah, kata Pradono, pihaknya masih berusaha memberikan pelayanan terbaik bersama dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan (THT) agar penanganan sesuai golden periode.

“Jadi, yang paling penting adalah dilakukan pemetaan dahulu. Ini yang kita lakukan sampai besok nanti sesuai dengan kondisi anak-anak ya. Kalau dia bolong 100 persen, bolong 50 persen dan kemudian tindakannya akan bervariasi ya,” kata dia.

“Memang tidak akan pulih 100% tidak akan sempurna, namun misalnya terjadi bolong apabila ditangani lebih awal ya, dalam dua Minggu atau golden periodenya. Maka peluangnya untuk berhasil lebih baik, itu yang sedang kita usahakan agar itu bisa berjalan dengan cepat,” tambahnya.

Di sisi lain, Pradono menambahkan gendang telinga korban dapat kembali menutup secara alamiah apabila tingkat gangguan hanya 50 persen. Namun, apabila tingkat lubangnya hingga 100 persen, dia mengakui akan sulit untuk ditangani.

"Kita mau mengerjakannya secara hati-hati dan terstruktur dan sistematis nanti setelah itu rencana yang kita akan mengumpulkan para ibu untuk bisa kita berikan informasi. Sehingga nanti bisa dilakukan penanganan yang terarah secepatnya besok, selambatnya lusa," ucapnya.

Sekadar informasi, ledakan terjadi di masjid SMAN 72 Jakarta dan di luar area masjid. Kejadian ini menimbulkan kepanikan para siswa hingga berlarian keluar. Sebab, insiden itu terjadi saat para siswa tengah menjalani ibadah Salat Jumat.

Dari lokasi ledakan, ditemukan benda mirip senjata api yang ternyata mainan. Temuan itu masih terus didalami, termasuk tiga bom yang tidak meledak, sebagai petunjuk mengungkap kasus ledakan yang diduga pelakunya adalah siswa SMA tersebut.

Adapun, dampak ledakan tercatat dari data Pos Pelayanan Polri di Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih, total ada 96 korban. Sebanyak 32 korban masih menjalani perawatan.

Perinciannya, 1 terduga pelaku dirawat di RS Polri Kramatjati, 13 korban di RS Islam Jakarta, 17 korban di RS Yarsi, dan 1 korban di RS Pertamina. Sementara itu, sisanya diperbolehkan pulang.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: