Kapolri Singgung ‘Agustus Kelabu’ dan ‘Black September’ di HUT Brimob ke-80
BeritaNasional.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyinggung kembali peristiwa Agustus Kelabu dan Black September saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Korps Brimob Polri.
Mulanya, Sigit menekankan dinamika global dan domestik menunjukkan tantangan keamanan semakin kompleks, sehingga Brimob dituntut meningkatkan kesiapsiagaan.
Sigit mengawali dengan merujuk laporan Global Risk Report 2025 yang, menurutnya, sudah memprediksi tantangan besar dua tahun ke depan.
“Ini menjadi dasar bagi kita untuk mempersiapkan dan melatih kemampuan yang ada," ujar Sigit di Mako Brimob, Kelapa Dua, Jakarta, Jumat (14/11/2025).
"Sehingga kita siap menghadapi extreme weather event, state-based armed conflict, societal polarization, misinformation dan disinformation, serta cyber espionage dan warfare,” ujarnya.
Ia menegaskan sederet risiko tersebut memiliki potensi menimbulkan dampak langsung pada keselamatan masyarakat.
Kapolri juga menyoroti bencana global yang melanda Myanmar, Thailand, dan Vietnam, yang menyebabkan hampir 5.400 korban jiwa.
Di sisi lain, konflik Rusia–Ukraina serta Israel–Palestina tetap menimbulkan korban meski beberapa kali terjadi gencatan senjata yang mempengaruhi stabilitas di dalam negeri.
“Kalau kita lihat sekarang di televisi, masih saja terjadi peristiwa di masa genjata-senjata yang menimbulkan dampak reaksi di dalam negeri,” katanya.
Dalam konteks domestik, Sigit menyebut kerusuhan yang terjadi beberapa waktu lalu sebagai bagian dari tantangan nyata. Ia secara eksplisit menyebutnya sebagai Agustus Kelabu dan Black September.
Sigit menyatakan gangguan tersebut dapat diatasi berkat kerja keras jajaran Polri dan Brimob.
“Alhamdulillah kerja keras dari rekan-rekan, kita bisa mengembalikkan situasi keamanan dan 1.071 orang saat ini kita lakukan penegakkan hukum,” tegasnya.
Sigit juga menyinggung gejolak sosial di berbagai negara seperti Nepal, Prancis, Peru, dan India, yang bahkan berujung pada pergantian pemimpin nasional.
Ia mengingatkan potensi serupa dapat terjadi di mana saja jika aparat tidak sigap dalam memelihara stabilitas.
“Alhamdulillah dengan kerja keras rekan-rekan kita bisa menghadapi itu semua dan saat ini keamanan bisa kita pulihkan,” katanya.

TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu






