Polisi Selidiki Modus Kejahatan Bermotif Pacaran, Seorang Perempuan Alami Penyiksaan

Oleh: Panji Septo R
Sabtu, 15 November 2025 | 16:20 WIB
Ilustrasi kekerasan seksual. (Foto/Freepik)
Ilustrasi kekerasan seksual. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com -  Polda Metro Jaya mendalami dugaan pola kejahatan yang memanfaatkan relasi asmara sebagai alat untuk menjebak target.

Hal itu diketahui setelah seorang perempuan mengaku disiksa karena menolak terlibat dalam aksi kriminal bersama terduga pelaku.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa terdapat lebih dari satu korban dalam perkara pencurian yang memanfaatkan modus pacaran tersebut.

“Dulu mereka pernah melakukan aksi kriminal dengan cara si perempuan ini disuruh pacaran dengan orang,” ujar Budi kepada wartawan via WhatsApp, Sabtu (15/11/2025).

“Setelah itu, motornya dilarikan sama si pacar pelaku. Tapi sudah selesai, sudah pernah, akhirnya mereka mengembalikan,” imbuhnya.

Ia memaparkan bahwa hasil pemeriksaan awal memperlihatkan tekanan ekonomi diduga menjadi pemicu hingga pelaku memaksa sejumlah perempuan menjalankan kejahatan demi mendapatkan uang.

“Dari keterangan sementara, itu faktor ekonomi. Duit yang mereka miliki dihabisi oleh salah satu pihak. Akhirnya cekcok dan terjadi penganiayaan,” katanya.

Perkara muncul ke permukaan setelah perempuan berinisial IN mengajukan laporan terkait kekerasan fisik yang dialaminya.

IN menyebut dirinya dicekik, dipukul, serta didorong dari tangga hingga menimbulkan memar.

“Ini tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh saudara A, mencekik, memukul, mendorong korban dari tangga. Akhirnya mengakibatkan memar pada paha kiri dan kanan,” beber Budi.

Penyidik kini menelusuri kemungkinan keterlibatan korban lain, termasuk dugaan tekanan agar melakukan tindakan kriminal.

“Dia kan sudah pernah melapor di salah satu polsek, terus yang laporan kedua ditindaklanjuti, penanganan cepat,” tandasnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: