Pendaki Terjebak di Gunung Semeru Dipastikan Aman

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Kamis, 20 November 2025 | 06:27 WIB
Gunung Semeru Jawa Timur meletus, pendaki dipastikan aman. (BeritaNasional/BNPB)
Gunung Semeru Jawa Timur meletus, pendaki dipastikan aman. (BeritaNasional/BNPB)

BeritaNasional.com -  Sejumlah pendaki yang terjebak di jalur pendakian, saat Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur meletus dipastikan dalam kondisi aman.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso mengatakan tim petugas di lapangan saat ini melaporkan sejumlah pendaki tersebut sedang berkemah di kawasan Ranu Kumbolo Gunung Semeru.

"Untuk di Ranu Kumbolo kondisi aman cuma memang ada himbauan untuk turun," kata dia.

Ranu Kumbolo merupakan danau kawah di ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut (dpl) atau berjarak sekitar enam jam dari puncak Gunung Semeru via jalur pendakian Kalimati yang biasa didatangi para pendaki.

Basarnas juga mengkonfirmasi setidaknya ada 60 pendaki dan didampingi 15  pemandu yang tertahan di Ranu Kumolo.  Situasi saat itu pada sore hari berkabut yang disertai hujan ringan sehingga arah utara atau jalur turun tertutup kabut.

Pun Edy memastikan personel Basarnas sudah disiagakan dan mereka terus berkomunikasi dengan relawan, pemandu dan petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk mendampingi evakuasi para pendaki tersebut turun keluar dari kawasan Gunung Semeru.

Melansir Antara, Kamis (20/11/2025) pelaksanaan evakuasi tersebut juga dilakukan bersama dengan tim gabungan dari BNPB, dan BPBD, TNI/Polri yang sudah dikerahkan beberapa saat setelah erupsi Gunung Semeru sore kemarin

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya melaporkan Gunung Semeru meletus pada pukul 16.00 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak.

Dalam letusan itu, Gunung Semeru menghembuskan awan panas yang memiliki jarak luncur mencapai tujuh kilometer dari arah puncak dengan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. (Antara)

 

 

 

 

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: