HUT PGRI 25 November: Ini Tema, Sejarah, dan Makna Peringatannya

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 24 November 2025 | 11:29 WIB
Guru sedang mengajar. (Foto/Kemendikbud)
Guru sedang mengajar. (Foto/Kemendikbud)

BeritaNasional.com - Tanggal 25 November 2025 menjadi momen istimewa bagi dunia pendidikan di Indonesia. Pada tanggal tersebut, masyarakat tidak hanya memperingati Hari Guru Nasional, tetapi juga merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Tahun ini, HUT PGRI memasuki usia ke-80, sebuah perjalanan panjang organisasi yang lahir hanya beberapa bulan setelah Republik Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Perayaan delapan dekade PGRI bukan sekadar seremonial tahunan. Peringatan ini memuat pesan mendalam tentang peran guru dalam pembangunan bangsa dan kontribusi PGRI sebagai organisasi profesi yang konsisten memperjuangkan hak dan martabat para pendidik di Indonesia.

HUT PGRI 2025 ke Berapa?

Perhitungan usia PGRI merujuk pada hari berdirinya organisasi tersebut, yaitu 25 November 1945, yang terjadi tepat 100 hari setelah Proklamasi Kemerdekaan RI.

Karena itulah, HUT PGRI selalu identik angkanya dengan usia kemerdekaan Indonesia.

Memasuki tahun 2025, PGRI genap berusia 80 tahun, selaras dengan peringatan 80 tahun Indonesia merdeka. Angka ini bukan hanya milestone, tetapi juga cerminan keteguhan PGRI dalam mengawal kualitas pendidikan nasional sejak awal berdirinya Republik.

Tema HUT PGRI 2025

Berdasarkan “Pedoman Pelaksanaan Peringatan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2025” yang diterbitkan Pengurus Besar PGRI, tema resmi peringatan tahun ini adalah:

“Guru Bermutu Indonesia Maju: Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas”

Tema tersebut menjadi pengingat sekaligus komitmen nasional bahwa kualitas sumber daya manusia sangat ditentukan oleh mutu para guru dan tenaga kependidikan.

Logo HUT PGRI Ke-80. (Foto/Istimewa)

Melalui tema ini, PGRI mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat profesionalisme pendidik agar Indonesia siap menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Sejarah dan Asal Usul PGRI

Perjalanan PGRI tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang perjuangan para guru di Nusantara. Jauh sebelum Indonesia merdeka, para pendidik telah membentuk organisasi bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).

Perjalanan sebelum menjadi PGRI:
    •    1900-an: Guru-guru mencoba menghimpun diri untuk memperjuangkan nasib pendidik.
    •    1932: PGHB berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI), sebuah langkah berani di tengah tekanan kolonial Belanda yang menolak penggunaan nama “Indonesia”.
    •    Masa pendudukan Jepang: PGI dilarang beraktivitas dan pergerakan guru terhambat.

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, semangat persatuan guru kembali bangkit. Tepat pada 24–25 November 1945, digelar Kongres Guru Indonesia di Surakarta yang menghasilkan keputusan penting:

Lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)

PGRI didirikan sebagai organisasi profesi yang bersifat independen, berasaskan kebangsaan, dan berkomitmen memperjuangkan pendidikan nasional dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berdirinya PGRI kemudian ditegaskan dalam Keputusan Kongres XXII PGRI Tahun 2019, yang mencantumkan bahwa organisasi ini resmi berdiri pada 25 November 1945 dan berlaku untuk waktu yang tidak ditentukan.

Makna Peringatan HUT PGRI

Setiap tahun, HUT PGRI bukan hanya ajang seremoni, tetapi momen refleksi bagi seluruh insan pendidikan. Terdapat beberapa makna penting dari peringatan ini:

1. Menghargai Pengabdian Guru

Guru berperan besar dalam membentuk karakter bangsa. Peringatan ini menjadi bentuk terima kasih kepada para pendidik, termasuk guru honorer, guru desa, tenaga kependidikan, dan kepala sekolah.

2. Memperkuat Solidaritas Profesi Guru

PGRI adalah wadah persatuan pendidik di seluruh Indonesia. HUT PGRI mengingatkan kembali pentingnya solidaritas dalam memperjuangkan kepentingan dunia pendidikan.

3. Penegasan Komitmen Pendidikan Nasional

Usia 80 tahun bukan waktu yang sebentar. PGRI telah menjadi bagian dari perjalanan panjang bangsa dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperjuangkan kesejahteraan guru, hingga memastikan mutu pembelajaran.

4. Momentum Menyongsong Indonesia Emas

Melalui tema 2025, PGRI menegaskan bahwa kualitas guru adalah kunci percepatan kemajuan bangsa menjelang 2045.

HUT ke-80 PGRI pada 25 November 2025 menjadi simbol dedikasi, perjuangan, dan peran sentral guru dalam membangun pondasi bangsa. Dengan sejarah panjang yang dimulai sejak masa kolonial hingga era modern, PGRI hadir sebagai rumah besar para pendidik untuk terus memperjuangkan mutu serta profesionalisme tenaga kependidikan di Indonesia.

Semoga peringatan tahun ini semakin memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, merata, dan siap membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

(Rep/Nissa)sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: