Keluarga Alvaro Kiano Dapat Pendampingan Trauma Healing dari Polres Metro Jaksel
BeritaNasional.com - Kondisi Ibu dari Alvaro Kiano Nugroho (6), Arum masih terguncang, kedatangan ke İndonesia setelah bekerja di luar negeri sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) tidak bisa menyembunyikan luka yang dialaminya.
Setelah mengetahui fakta anaknya Alvaro yang sempat menghilang selama delapan bulan. Kini telah meninggal dunia di tangan ayah tirinya Alex Iskandar (AI).
“Nggak sama sekali (menyangka anaknya telah meninggal dunia),” kata Arum saat ditemui awak media di rumahnya kawasan Jakarta Selatan, dikutip Selasa (25/11/2025)
Tak banyak hal yang bisa disampaikan Arum, selain prosedur yang dijalankan setiba di İndonesia. Salah satunya, pengambilan sampel untuk keperluan tes DNA atas jasad kerangka Alvaro.
“Udah (diambil sampel) di rumah sakit Polri. Dari air liur aja. terus sama ada sedikit, apa tadi, wawancara ya,” ucap Arum.
Selanjutnya, Arum pun tak kuasa meladeni pertanyaan awak media. Dia menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang berjalan kepada pihak kepolisian.
“Belum bisa banyak jawab. Makasih banyak ya. untuk lain-lainnya nanti tanyain ke pihak polisi,” imbuhnya
Pada kesempatan yang sama, Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam mengaku saat ini pihaknya fokus untuk memberikan trauma healing bagi Arum dan keluarga untuk kembali memulihkan psikologisnya.
“Kita fokus buat trauma healing buat pihak keluarga, untuk menyampaikan hukumnya nanti biar dari Polres Metro Jakarta Selatan. termasuk Kabid Humas nanti yang akan lebih detail,” ujar Seala.
“Kalau syok pasti ya. Syok itu pasti, namanya kehilangan orang yang paling disayang. makanya kami fokus untuk pendampingan, memberikan trauma healing kepada keluarga,” sambung dia.
Sementara terkait dengan proses pemakaman jasad Alvaro, Seala menyatakan pada prinsipnya akan segera dilakukan setelah proses keperluan penyidikan rampung diselesaikan.
“Segera, segera mungkin dari pihak kepolisian sangat memprioritaskan hal ini. itu pasti yang akan diutamakan. untuk semuanya, penanganannya seperti apa, itu di Polres Metro Jaksel.
Sekedar informasi jika AI menculik Alvaro Kiano pada 6 Maret 2025, karena kesal dengan istri atau ibu kandung korban yang diketahui telah selingkuh. Namun, setelah diculik, AI membekap Alvaro hingga meninggal, karena kesal korban selalu menangis.
Alhasil, setelah Alvaro dipastikan tewas, AI pun memasukan jasad korban ke kantong plastik hitam untuk selanjutnya dibuang di Kali Cirewed, Tenjo, Bogor, Jawa Barat (Jabar) pada 9 Maret 2025.
Namun setelah serangkaian proses penyelidikan, akhirnya fakta kejahatan dari AI terungkap dan ditangkap pada Jumat (21/11/2025). Namun memutuskan mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di Ruang Konseling Polres Metro Jaksel pada Minggu (23/11/2025) dini hari.
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 20 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 19 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







