Gempa 6,5 Magnitudo Guncang Simeulue, 12 Orang Luka dan Sejumlah Fasilitas Rusak

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 28 November 2025 | 07:45 WIB
Gempa Magnitudo 6,3 di Sinabang Aceh, disusul 9 kali gempa. (Foto/BMKG)
Gempa Magnitudo 6,3 di Sinabang Aceh, disusul 9 kali gempa. (Foto/BMKG)

BeritaNasional.com -  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data korban luka dan kerusakan material bangunan akibat gempa bumi berkekuatan 6,5 magnitudo di Kabupaten Simeulue, Aceh, Kamis (27/11/2025).

“Dampak dari bencana ini menimbulkan korban luka-luka sebanyak 12 orang, yang berasal dari berbagai kabupaten di Provinsi Aceh,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya, dikutip Jumat (28/11/2025).

Meski belum terdapat data rinci, belasan korban tersebut berasal dari sejumlah wilayah, antara lain Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Besar, Banda Aceh, Aceh Selatan, Nagan Raya, Aceh Tenggara, dan Simeulue.

“Sebagian besar korban luka-luka tertimpa reruntuhan bangunan. Hingga laporan ini disusun, jumlah korban dan pengungsi masih dalam pendataan,” terang Abdul.

Selain korban luka, guncangan ini juga mengakibatkan kerusakan pada berbagai fasilitas publik, robohnya beberapa bangunan, serta kebakaran pada gudang penyimpanan minyak tanah milik warga.

“Sementara kerugian material serta kerusakan fasilitas publik (untuk detailnya) juga masih dievaluasi,” ujarnya.

Adapun guncangan gempa pertama kali dirasakan pukul 12.10 WIB, disusul sembilan kali gempa susulan yang lebih kecil di episenter sekitar 55 km barat daya Sinabang, Aceh, pada koordinat 2,43° LU dan 95,87° BT dengan kedalaman 10 km.

BPBD Kabupaten Simeulue bersama instansi terkait telah mengambil langkah tanggap darurat, antara lain melakukan koordinasi lintas instansi, meninjau langsung lokasi terdampak, dan melakukan pendataan.

“Dalam menghadapi gempa bumi dan potensi bencana susulan, BNPB mengingatkan masyarakat untuk selalu menyiapkan rencana evakuasi keluarga, mengamankan benda-benda yang mudah jatuh atau terbakar, dan mengutamakan keselamatan diri,” imbuhnya.

Masyarakat juga diimbau untuk mengikuti arahan pemerintah daerah dan petugas BPBD, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta terus memantau kanal resmi BNPB dan BMKG untuk mendapatkan informasi terkini terkait gempa bumi dan potensi tsunami.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: