Saat Ubah Tujuan ke Gedung Kemlu, Diplomat Arya Disebut Ketakutan

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 28 November 2025 | 09:47 WIB
Cuplikan rekaman kamera pengawas sebelum kematian Arya Daru Pangayunan ditemukan meninggal dunia secara misterius di kosannya. (BeritaNasional/Bachtiarudian Alam)
Cuplikan rekaman kamera pengawas sebelum kematian Arya Daru Pangayunan ditemukan meninggal dunia secara misterius di kosannya. (BeritaNasional/Bachtiarudian Alam)

BeritaNasional.com -  Pengacara keluarga mengungkap bahwa Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan, sempat merasa ketakutan saat menuju Gedung Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.

Perlu diketahui, sebelum ditemukan tewas dengan wajah terlilit lakban, Arya sempat berada di Mal Grand Indonesia. Setelah itu, ia memesan taksi dengan tujuan bandara, namun kemudian mengubah arah ke Gedung Kemlu.

"Menurut keterangan saksi, sopir taksi melihat almarhum ketakutan sambil memegang telepon, menoleh ke kanan dan ke kiri, melihat ke belakang, dan mengubah arah yang tadinya tujuan bandara kemudian diubah ke Kemlu," ujar Pengacara Keluarga Arya, Nicholay Aprilindo, di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Nicholay mengaku belum mengetahui pasti penyebab ketakutan tersebut. Namun, ia mendesak penyelidik Polda Metro Jaya untuk mendalami keterangan dari sopir taksi itu, termasuk petugas keamanan yang berjaga di Gedung Kemlu saat Arya menuju lantai atas.

"Kami mempertanyakan apakah sopir taksi itu sudah diperiksa lebih dalam? Melihat siapa? Kemudian ketika almarhum sampai di Kemlu, naik ke rooftop, lalu melihat ke bawah seperti orang kebingungan apakah security yang berjaga di sana sudah dimintai keterangan secara mendalam?" pungkasnya.

Sementara itu, terkait kasus ini, Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menyimpulkan bahwa kematian Diplomat Muda Arya Daru Pangayunan (39), yang wajahnya terlakban, tidak mengandung unsur pidana karena tidak ditemukan keterlibatan pihak lain.

Kesimpulan tersebut didasarkan pada analisis gelar perkara yang memperhitungkan hasil Asosiasi Psikologi Forensik Himpunan Psikologi Indonesia (Apsifor Himpsi), autopsi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), serta pemeriksaan Labfor dan digital forensik dari Bareskrim Polri.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: