Ini Ciri yang Diburu Para Kolektor Uang Kuno, Salah Satunya Bergambar Kartini
BeritaNasional.com - Menjadi seorang kolektor uang atau seseorang yang sengaja mengoleksi uang kuno bukan perkara mudah. Barang yang diburunya tentu tidak sembarang dimiliki orang banyak orang. Hal inilah yang membuat para kolektor merawat kolesik dengan sangat hati-hati dan berharga.
Tapi ternyata tidak semua uang kuno menjadi target koleksi. Biasanya, para kolektor mencari uang dengan karakteristik tertentu. Jadi, tidak sembarangan.
Berikut ulasan singkatnya dikutip dari laman Pegadaian
Uang Apa Saja yang Dicari Kolektor?
Secara umum, para kolektor sangat suka mengoleksi barang-barang bersejarah, seperti perangko, dokumen, dan uang dari berbagai negara.
Nah, uang yang dicari kolektor adalah uang kuno dan edisi khusus tergolong langka. Bukan tanpa alasan, uang tersebut mempunyai nilai artistik dan historis yang tinggi.
Keunikan tersebut yang membuat beberapa uang kuno memiliki nilai jual yang cukup fantastis. Berikut ini merupakan uang kuno yang dicari kolektor.
1. Uang Kuno Indonesia
Tidak sedikit kolektor yang mengincar uang kuno dari Indonesia, baik dalam bentuk kertas maupun koin dari masa kolonial hingga era kemerdekaan.
- Uang koin Rp50 sen autentik tahun 1959.
- Uang koin edisi 25 tahun kemerdekaan RI tahun 1970.
- Uang koin Rp50 tahun 1971 bergambar cenderawasih.
- Uang koin Rp25 tahun 1996 bergambar pala.
- Uang koin Rp1.000 kelapa sawit tahun 1993.
- Uang kertas Rp500 bergambar harimau.
- Uang kertas Rp100 bergambar kapal pinisi.
- Uang kertas Rp50.000 bergambar W.R. Supratman.
- Uang kertas Rp10.000 bergambar Kartini.
- Uang kertas Rp10.000 bergambar Cut Nyak Dhien.
2. Uang Kuno Zaman Belanda
Uang kuno yang dicari kolektor ini diproduksi selama masa kolonial Belanda di Indonesia, mencakup uang Gulden dan uang kuno lain pada 1930-an hingga sebelum Indonesia merdeka.
3. Uang Kuno India dan Jepang
Para kolektor juga menunjukkan minat yang besar pada uang kuno dari India dan Jepang. Uang koin dan kertasnya mempunyai sejarah sekaligus desain yang sangat menarik.
4. Uang Kuno dari Tiongkok
Jika berbicara tentang uang apa saja yang dicari kolektor, maka uang kuno dari Tiongkok adalah salah satunya. Sebab, uang kertas dan koinnya bernilai estetika tinggi serta autentik.
Perlu diketahui tidak semua jenis uang kuno memiliki harga jual mahal. Tetapi, memang ada beberapa yang dihargai hingga jutaan rupiah per kepingnya.
Terdapat ciri-ciri uang yang dicari kolektor karena dianggap profitabel, di antaranya:
1. Cacat Produksi
Para kolektor gemar menjadikan uang kuno dengan cacat produksi sebagai target koleksi karena dinilai unik. Catat produksi yang dimaksud adalah:
Adanya kesalahan dalam proses pencetakan, seperti ketidaktepatan posisi gambar, tertumpah tinta, salah warna, dan huruf atau angka yang hilang/ tercetak miring.
Uang yang tampak cacat sebab proses produksi tidak sempurna.
Selain menarik dan langka, uang koin maupun kertas kuno yang memiliki cacat produksi dapat dihargai lebih mahal dibandingkan uang kuno biasa.
2. Nomor Seri Unik
Ciri-ciri uang yang dicari kolektor selanjutnya, yakni memiliki nomor seri unik dan cantik. Misalnya, pola angkanya berulang (5555), kembar, (332266), atau berurutan (123456).
Para kolektor juga tertarik dan menghargai uang kuno yang nomor serinya masih utuh sehingga bisa terbaca secara jelas.
3. Memiliki Desain Unik
Desain pada uang kuno selalu menjadi aspek yang diperhatikan oleh kolektor. Pasalnya, ada beberapa uang kuno yang memiliki desain unik sehingga tampak lebih memikat.
Sebagai contoh, uang kuno koin maupun kertas yang bergambar seni tradisional, bangunan ikonik, flora, fauna, tokoh sejarah, atau lain sebagainya.
4. Kelangkaan
Kelangkaan adalah salah satu faktor yang membuat uang kuno mahal. Semakin langka uang kuno, maka nilainya pun semakin tinggi.
Umumnya, uang kuno langka merupakan uang edisi khusus yang dicetak terbatas. Uang ini hanya diterbitkan guna memperingati momen tertentu, seperti 100 Tahun Bung Karno.
5. Usia atau Tahun Penerbitan
Uang kuno, berupa koin atau kertas dengan emisi yang sangat tua juga menarik perhatian para kolektor, khususnya dari abad ke-18 atau 19.
Semakin tua usia atau tahun penerbitan uang, uang tersebut semakin menjadi primadona karena peluangnya dihargai tinggi sangat besar.
6. Kondisi Fisik yang Masih Bagus
Di samping cacat produksi, uang kuno dengan kondisi fisik masih bagus juga termasuk yang dicari kolektor. Terlebih, jika uang tersebut tanpa noda, lipatan, atau robekan.
Grade yang tinggi membuat uang kuno lebih berkualitas di mata kolektor karena seperti baru dan belum digunakan. Nilainya bisa jauh lebih mahal dari uang kuno yang kusam serta kotor.
7. Material atau Bahan Pembuat
Uang kuno memiliki material atau bahan pembuat yang berbeda-beda. Uang kertas kuno biasanya terbuat dari campuran serat kapas dan linen.
Di sisi lain, ada uang koin yang dibuat dari perak atau emas sehingga disebut koin perak atau emas kuno. Kualitas material yang bagus berpengaruh pada nilai harga jualnya di pasar. 
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 20 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 17 jam yang lalu
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 21 jam yang lalu






