Sedang Bantu Evakuasi, Prajurit TNI AD Tertimpa Longsor Susulan di Padang Panjang, 1 Gugur, 2 Belum Ditemukan

Oleh: Bachtiarudin Alam
Sabtu, 29 November 2025 | 08:19 WIB
Warga mengevakuasi anggota TNI AD yang tertimbun longsor susulan saat evakuasi korban longsor di Sumatera Barat. (BeritaNasional/Bachtiarudin)
Warga mengevakuasi anggota TNI AD yang tertimbun longsor susulan saat evakuasi korban longsor di Sumatera Barat. (BeritaNasional/Bachtiarudin)

BeritaNasional.com -  Longsor susulan yang melanda Jembatan Kembar Silaing Bawah Kota Padang Panjang Sumatera Barat (Sumbar) menelan korban jiwa lagi. Kali ini korban merupakan para petugas ketika sedang melakukan proses evakuasi, Rabu (26/11/2025).

Dari laporan yang diterima, longsor susulan terjadi sekira pukul 10.00 WIB berdampak kepada tiga Prajurit TNI Angkatan Darat (AD). Ketiganya tertimbun material tanah yang menimpa badan jalan dan sejumlah rumah warga.

“Pada saat proses penanganan dan evakuasi masyarakat berlangsung, longsor susulan kembali terjadi dan menimpa para petugas yang berada di lokasi. Tiga personel TNI AD yang saat itu tengah membantu evakuasi ikut terdampak material longsor,” kata Kapendam XX/TIB Letkol Kav Taufiq dalam keterangannya, diterima Sabtu (29/11/2025).

Dari data diterima dua personel Subdenpom XX/5 Padang Panjang dinyatakan hilang kontak, yakni Pelda Yudi Gusnadi dan Prada Zeni Marpaung. Sementara, satu personel, Serda Robi, Babinsa Koramil X/Koto Kodim 0307/Tanah Datar, telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia adan jenazahnya telah dievakuasi.

“Mereka adalah prajurit terbaik yang gugur saat menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara, khususnya di wilayah Sumbar yang kita cintai. Mari kita berdoa bersama agar bencana ini segera berakhir,” ujar Taufik.

Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, relawan, dan pemerintah daerah masih melanjutkan pencarian terhadap dua Pelda Yudi dan Prada Zen yang masih hilang. Serta melakukan pembersihan material longsor untuk membuka kembali akses yang tertutup. 

“Upaya dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel, mengingat kondisi tanah yang masih labil,” imbuhnya.

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: