Van Bronckhorst Masuk Radar Timnas Indonesia Usai Liverpool Wawancarai Mantan Pelatih Kanada

Oleh: Harits Tryan
Minggu, 30 November 2025 | 10:02 WIB
Van Bronckhorst Masuk Radar Timnas Indonesia. (Foto/instagram giovannivbronckhorst)
Van Bronckhorst Masuk Radar Timnas Indonesia. (Foto/instagram giovannivbronckhorst)

BeritaNasional.com - Pandit Sky Sports, Dharmesh Sheth, mengungkapkan bahwa Pelatih Liverpool, Giovanni van Bronckhorst, tengah dipertimbangkan untuk menduduki posisi Pelatih Kepala Timnas Indonesia.

Hal ini sebagaimana diungkapkannya melalui akun X-nya. Memang, belakangan ini nama Giovanni van Bronckhorst tengah dirumorkan menjadi salah satu kandidat pelatih Timnas Indonesia.

"Pelatih Liverpool, Giovanni van Bronckhorst, sedang dipertimbangkan untuk posisi Pelatih Kepala di Indonesia. Mantan Pelatih Kepala Kanada, John Herdman, telah diwawancarai untuk posisi tersebut," tulisnya dikutip, Minggu (30/11/2025).

Memang saat ini kursi pelatih Timnas Indonesia masih kosong usai berakhirnya Kerjasama antara PSSI dengan Patrick Kluivert.

Proses pencarian pelatih baru Timnas Indonesia masih menjadi sorotan. Selain Giovanni van Bronckhorst, sejumlah nama pelatih asing sempat disebut masuk dalam radar PSSI, mulai dari Jesus Casas asal Spanyol, Heimir Hallgrimsson dari Islandia, hingga juru taktik Uzbekistan, Timur Kapadze.

Meski begitu, federasi hingga kini belum memberikan kejelasan soal siapa saja yang benar-benar masuk dalam daftar lima kandidat utama.

Di sisi lain, pemberitaan internasional ikut menambah dinamika. Media ternama Inggris, Sky Sports, beberapa kali menyinggung posisi Van Bronckhorst yang dinilai belum mampu memberikan dampak signifikan dalam perjalanan Liverpool di bawah era Arne Slot.

Situasi tersebut membuat spekulasi soal masa depan pelatih asal Belanda itu semakin menguat, sekaligus menyeret namanya kembali ke isu kursi kepelatihan Timnas Indonesia.

Hingga saat ini, publik masih menunggu langkah resmi PSSI terkait arah pilihan mereka untuk nakhoda Garuda berikutnya.

sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: