Aceh Tamiang Lumpuh akibat Banjir, Kapolda Minta Dukungan Pusat

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 02 Desember 2025 | 14:10 WIB
Suasana wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. (Foto/doc. Polri)
Suasana wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. (Foto/doc. Polri)

BeritaNasional.com - Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, turun langsung menerobos rute ekstrem untuk mengecek kondisi masyarakat yang terdampak musibah banjir bandang yang menenggelamkan wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

Perjalanan panjang selama lima hari ditempuh bersama pejabat setempat. Marzuki melewati jalur yang terendam air, tertutup lumpur pekat, hingga menyeberang dengan perahu karena jalan raya telah berubah menjadi sungai berarus deras.

“Saya harus tiba di Tamiang. Saya ingin melihat langsung kondisi saudara-saudara kita yang sedang berjuang menghadapi musibah ini,” kata Marzuki dalam keterangannya, Selasa (2/12/2025).

Jenderal bintang dua Polri ini memastikan kondisi personel, markas komando, serta layanan kepolisian tetap berjalan di tengah bencana. Dengan segala keterbatasan, ia memerintahkan seluruh anggota agar tetap maksimal dalam memberikan pelayanan.

“Mengecek langsung kondisi Mako serta memastikan kesiapan personel dalam penanganan dilakukan cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tegasnya.

Dari hasil peninjauan, Marzuki menyampaikan keprihatinan mendalam. Sebanyak 90 persen wilayah Aceh Tamiang terendam, aktivitas sosial dan ekonomi lumpuh total, dan kantor pemerintahan, Kodim, serta Polres ikut terdampak.

“Seluruh aktivitas ekonomi berhenti. Tidak ada pedagang, tidak ada pelayanan kebutuhan dasar, dan banyak wilayah benar-benar terputus,” tuturnya.

Melihat skala bencana yang ekstrem dan meluas, Marzuki segera mengajukan bantuan tambahan kepada Mabes Polri. Termasuk pengerahan pasukan recovery serta helikopter angkut untuk mempercepat distribusi logistik, terutama makanan dan obat-obatan, ke kawasan-kawasan terisolasi yang tidak dapat ditembus jalur darat.

“Kita membutuhkan dukungan pusat agar penanganan bencana ini dapat dilakukan secepat mungkin. Fokus kita satu: menyelamatkan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Marzuki telah mengeluarkan instruksi darurat kepada seluruh jajaran untuk mempercepat proses evakuasi warga, terutama lansia, anak-anak, perempuan, dan kelompok rentan lainnya.

Pendataan korban, tingkat kerusakan, serta kebutuhan logistik mendesak juga diperintahkan untuk dipercepat agar bantuan dapat disalurkan tanpa hambatan birokratis maupun kendala lapangan.

“Banjir ini bukan hanya menguji ketahanan infrastruktur, tetapi juga mengguncang solidaritas kemanusiaan kita. Setiap warga harus mendapatkan perlindungan. Setiap keluarga harus tersentuh bantuan. Tidak boleh ada satu pun yang terabaikan,” ujarnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: