Viral Logistik Korban Bencana Rusak Usai Diturunkan dari Helikopter, TNI Lakukan Evaluasi

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Selasa, 02 Desember 2025 | 17:48 WIB
Logistik korban bencana diturunkan dari helikopter (Beritanasional/Bachtiar)
Logistik korban bencana diturunkan dari helikopter (Beritanasional/Bachtiar)

BeritaNasional.com - Mabes TNI buka suara terkait keluhan dari warga korban bencana di Sumatera yang viral di media sosial, lantaran bantuan logistik berupa beras yang diberikan dari helikopter rusak setelah diturunkan.

“Terkait video yang beredar, TNI pada prinsipnya selalu mengedepankan prosedur keselamatan dalam setiap kegiatan penyaluran bantuan, termasuk apabila menggunakan helikopter,” kata Kapuspen Mabes TNI, Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah saat dikonfirmasi, Selasa (2/12/2025).

Freddy memastikan dari kejadian yang telah viral di media sosial akan menjadi bahan evaluasi. Agar penyaluran bantuan menggunakan metode airdrop ke korban bencana bisa berjalan lebih lancar. 

“Setiap teknik penurunan logistik akan terus dievaluasi agar lebih efektif, aman, dan tepat sasaran, baik dari sisi metode pelepasan maupun keamanan kemasan bantuan yang di drop,” kata dia.

Sebab, lanjut Freddy, yang paling penting saat ini pihaknya tengah berusaha untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan tanpa menimbulkan risiko tambahan.

“Kami mengapresiasi perhatian masyarakat, dan TNI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penanganan bencana di seluruh wilayah,” ujarnya.

Adapun keluhan penurunan logistik ini viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @bkmedan_, ketika sejumlah warga yang berkumpul mendapati beras telah bocor dari kemasan, usai diturunkan dari helikopter.

“Bukannya turun memberi bantuan kepada masyarakat, pemerintah malah jatuhkan sembako dari helikopter yang masih terbang di udara. Alhasil, masyarakat terpaksa mengais beras dari tanah,” tulis keterangan dalam akun tersebut dengan narasi kondisi di Tapanuli Tengah.
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: