Supermoon Fenomena Langit Paling Memukau di Pengujung 2025

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 03 Desember 2025 | 16:30 WIB
Ilustrasi Supermoon. (Foto/Dok BMKG)
Ilustrasi Supermoon. (Foto/Dok BMKG)

BeritaNasional.com - Bulan purnama terakhir di penghujung tahun ini dipastikan akan memanjakan mata. Fenomena yang dikenal sebagai Supermoon Dingin (Cold Supermoon) ini akan muncul pada 4 Desember, bersinar jauh lebih terang sekaligus lebih tinggi di rasi bintang Taurus daripada bulan purnama lainnya sepanjang tahun 2025.

Peristiwa ini sekaligus menjadi bulan purnama terbesar kedua tahun ini dan yang ketiga dari empat supermoon berurutan, menjadikannya penutup tahun yang spektakuler.

Kapan Puncak Fenomena Terjadi?

Para astronom mencatat bahwa puncak fase purnamanya terjadi pada pukul 18.14 EST (Eastern Standard Time).

Namun, waktu paling ideal untuk menyaksikannya sebenarnya adalah saat bulan mulai terbit di lokasi Anda masing-masing, biasanya saat langit mulai gelap (waktu magrib). 

Momen ketika bulan muncul di cakrawala inilah yang membuatnya terlihat besar, dramatis, dan sangat memukau di antara garis bangunan dan pepohonan.

Mengapa Disebut Supermoon?

Bulan purnama kali ini disebut "supermoon" karena terjadi bersamaan dengan perigee, yaitu titik orbit Bulan yang paling dekat dengan Bumi. Posisi ini menyebabkan Bulan tampak:

  • Sekitar 10 persen lebih besar daripada biasanya.
  • Lebih terang saat dilihat dengan mata telanjang.

Efek ini semakin dramatis karena mata kita secara alami membandingkannya dengan objek-objek kecil di garis cakrawala.

Waktu Terbaik untuk Melihat dan Memotret

Fenomena ini tidak hanya bisa dinikmati dalam satu malam. Meskipun fase puncak purnamanya hanya sesaat, Bulan Dingin akan tetap tampak bulat dan terang pada malam sebelum dan setelahnya.

Jumat, 5 Desember, bahkan bisa menjadi waktu terbaik untuk berburu foto. Bulan akan terbit sekitar sejam setelah Matahari tenggelam, saat langit sudah lebih gelap dan Bulan terlihat sangat jelas.

Yang membuat momen ini makin spesial adalah posisi bulannya yang sangat tinggi. Karena bulan purnama selalu berada berlawanan arah dengan Matahari, dan mengingat Matahari sedang sangat rendah menjelang titik balik matahari musim dingin (21 Desember), maka Bulan Desember otomatis akan naik sangat tinggi di langit malam.

Penampilan Berikutnya di Tahun 2026

Fenomena besar selanjutnya akan terjadi pada 3 Januari 2026, yakni Bulan Serigala (Wolf Moon). Bulan Serigala ini kebetulan juga merupakan supermoon, sekaligus menjadi bulan purnama pertama dari total tiga belas bulan purnama yang akan muncul sepanjang tahun 2026.

Untuk saat ini, Supermoon Dingin inilah penampilan terakhir langit di tahun 2025 yang benar-benar layak ditunggu.

(Rep/Shafira)sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: