Bantuan Rusak Saat Dikirim, Panglima TNI Paparkan Situasi di Lapangan
BeritaNasional.com - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menanggapi temuan bantuan logistik yang rusak saat distribusi ke wilayah bencana di Sumatra.
Ia menjelaskan bahwa kondisi medan membuat proses penyaluran lewat udara menjadi pilihan terakhir, sehingga sebagian bantuan terpaksa dijatuhkan dari helikopter.
Agus menegaskan bahwa dalam situasi darurat seperti ini, keselamatan prajurit serta alutsista tetap menjadi prioritas. Ia bahkan sudah berulang kali mengingatkan jajarannya untuk mengutamakan keamanan saat menjalankan tugas.
"Kemudian tadi ada yang tanya soal logistik yang hancur, kemarin dalam pemberian bantuan memang saya tekankan pada prajurit TNI untuk tetap menjaga keamanan personel dan alutsista," kata Agus dalam keterangan, Rabu, (3/112025)
Ia juga mengisahkan salah satu situasi yang dihadapi tim di lapangan. Ketika sebuah helikopter hendak mendarat, keberadaan kabel-kabel di lokasi membuat pendaratan tidak memungkinkan. Pilot kemudian mengambil keputusan cepat untuk tetap menjatuhkan bantuan.
"Pada saat kemarin heli mau mendarat, di situ ada kabel sehingga diputuskan oleh pilot barang itu tetap di-drop walaupun mungkin ada beberapa beras yang tercecer, tapi daripada dibawa lagi ke pangkalan udara, lebih baik di-drop dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Agus.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menambahkan bahwa helikopter tidak bisa mendarat di sembarang titik, apalagi dalam kondisi bencana. Area pendaratan harus benar-benar aman sebelum bisa digunakan.
"Tadi memang sudah dijelaskan soal dropping, jadi heli itu tidak bisa mendarat di manapun. Jadi landasannya harus siap. Karena kondisi bantuan harus diberikan, kita coba untuk dilempar," kata Maruli.
Maruli menjelaskan bahwa usai insiden bantuan yang pecah atau rusak tersebut, TNI langsung melakukan evaluasi. Ia memastikan prosedur sudah diperbaiki agar kejadian serupa tidak terulang.
"Setelah ada yang pecah, kita evaluasi lagi. Sampai sekarang tidak terjadi lagi sudah," tutupnya.
PERISTIWA | 21 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







