Ketua KPK Minta Pemerintah Beri Atensi Serius pada Hasil SPI 2025
BeritaNasional.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan pentingnya perhatian pemerintah terhadap hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025.
Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan SPI akan diluncurkan dalam puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Yogyakarta.
SPI 2025 dilaksanakan pada skala besar, mencakup 653 kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta 4 BUMN.
Menurutnya, survei tersebut memetakan berbagai aspek risiko korupsi yang berpengaruh langsung terhadap kualitas tata kelola publik.
“SPI adalah instrumen strategis yang memetakan tingkat risiko korupsi, kerentanan layanan publik, serta efektivitas langkah pencegahan,” ujar Setyo di Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan, dikutip Kamis (4/12/2025).
Ditekankan Setyo data SPI merepresentasikan persepsi dan pengalaman beragam pihak di lapangan.
“Data SPI bukan sekadar angka, tetapi suara masyarakat, pegawai, dan pemangku kepentingan lain yang memberikan gambaran jujur tentang kondisi tata kelola kita,” ungkapnya.
Hasil survei tahun ini akan menampilkan berbagai produk analitis yang dapat langsung dimanfaatkan oleh pemerintah pusat maupun daerah.
“Output SPI akan meliputi peta integritas nasional, laporan instansi lengkap dengan risiko dan rekomendasi, serta dasar kebijakan untuk perbaikan sistem pencegahan korupsi di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah,” jelasnya.
Setyo menegaskan pentingnya komitmen untuk menindaklanjuti rekomendasi SPI. Ia menilai survei ini hanya akan bermakna apabila instansi pemerintah siap mengubah hasil pengukuran menjadi aksi konkret.
“Kami mengajak instansi pemerintah untuk menindaklanjuti hasil SPI menjadi aksi nyata dan bukan hanya dalam bentuk laporan semata,” tandasnya.

GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






