Ditlantas Polda Bali Perkuat Pengawasan Lalu Lintas Demi Pariwisata yang Berkualitas

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 04 Desember 2025 | 16:14 WIB
Ditlantas Polda Bali Perkuat Pengawasan Lalu Lintas Demi Pariwisata yang Berkualitas. (Foto/istimewa)
Ditlantas Polda Bali Perkuat Pengawasan Lalu Lintas Demi Pariwisata yang Berkualitas. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Ditlantas Polda Bali menggelar forum group discussion (FGD) bertema “Polantas Menyapa Wisatawan, Tertib Berlalu Lintas Menuju Pariwisata Berkualitas” sebagai upaya memperkuat budaya tertib berkendara di destinasi wisata Pulau Dewata. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar) di Bali.

FGD tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Pemprov Bali, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, PUPR, Jasa Raharja, BPTD, PHRI, Organda, serta Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) beserta perwakilan Desa Adat dan Pecalang. Kehadiran para pihak menegaskan bahwa upaya membangun tertib lalu lintas bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi komitmen bersama seluruh elemen masyarakat Bali.

Dirlantas Polda Bali Kombes Pol. Turmudi, tutur memperkenalkan Backoffice Smart Road Safety Policing, pusat kendali berbasis teknologi yang memantau perilaku berkendara secara real-time. Sistem ini terintegrasi dengan CCTV, Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), data kecelakaan, dan laporan masyarakat sehingga mampu mendeteksi pelanggaran secara lebih cepat dan akurat.

“Smart Road Safety Policing menjadi instrumen penting untuk membangun budaya tertib dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan di seluruh wilayah Pulau Bali. Ini bagian dari komitmen kami untuk menyapa wisatawan dengan layanan lalu lintas modern dan humanis,” ujar Turmudi, Kamis (4/12/2025).

Pengawasan juga ditingkatkan melalui Peta Keselamatan Jalan berbasis geospasial yang menampilkan titik rawan kecelakaan, jalur wisata padat, hingga prediksi potensi risiko. Dengan sistem satu peta, instansi terkait dapat melakukan pencegahan dan respons lapangan lebih cepat dan terintegrasi.

Selain teknologi, pendekatan kearifan lokal turut diperkuat. Melalui dukungan Dinas PMA, Desa Adat, Pecalang, dan komunitas Sipandu Beradat mengambil peran penting dalam edukasi hingga pelaporan potensi gangguan lalu lintas di kawasan wisata.

“Pelibatan Pecalang dan Desa Adat adalah langkah kolaboratif untuk memastikan Bali tetap aman, tertib, dan nyaman bagi setiap wisatawan,” tuturnya.

Seluruh stakeholder menyepakati penguatan budaya tertib, peningkatan pemanfaatan teknologi, serta optimalisasi peran adat dalam mendukung pariwisata Bali yang berkelas dunia.

Karenanya, Turmudi menegaskan kembali komitmennya yakni Bali merupakan ikon internasional, sehingga diperlukan sinergi di semua lintas sektor.

“Bali adalah ikon internasional. Dengan sinergi teknologi, adat, dan kolaborasi lintas sektor, kami pastikan setiap wisatawan merasakan Bali yang tertib, aman, dan selamat. Inilah fondasi utama menuju pariwisata Bali yang semakin berkualitas dan berkelanjutan," tukasnya.

sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: