Pemerintah Targetkan Pengurangan Sampah di Laut 50 Persen pada 2029

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Jumat, 05 Desember 2025 | 12:33 WIB
Garmin Indonesia bersihkan laut di Kepulauan Seribu, angkat 56 Kg sampah. (Foto/doc. Garmin)
Garmin Indonesia bersihkan laut di Kepulauan Seribu, angkat 56 Kg sampah. (Foto/doc. Garmin)

BeritaNasional.com -  Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP Koswara  mengatakan, setiap tahun sekitar 16 juta ton sampah plastik masuk ke laut Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pun berupaya keras mengurangi sampah plastk mencemari laut dan menargetkan sampah plastik yang masuk ke laut berkurang hingga 50% pada 2029 melalui serangkaian program strategis.

Dari jumlah tersebut, 80% berasal dari daratan, sedangkan 20% atau sekitar 4 juta ton berasal dari aktivitas di laut, termasuk sampah kiriman dari luar.

“Target kita adalah pengurangan bertahap, mulai 10 persen pada 2026, 20 persen pada 2027, 30 persen pada 2028, hingga 50 persen pada 2029,” ujarnya

Dalam penjelasannya di Jakarta, Kamis (4/12/2025) strategi yang dilakukan KKP meliputi pembersihan sampah plastik di laut, penilaian neraca sampah berbasis kawasan pantau, pemberian insentif dan disinsentif kepada pemangku kepentingan, perubahan budaya masyarakat dalam aktivitas menghasilkan sampah, serta integrasi sumber pendanaan untuk pengelolaan sampah laut.

Sementara itu Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP Ahmad Aris menerangkan salah satu sumber terbesar sampah laut adalah sungai.

Untuk itu, KKP bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memasang barrier atau alat penghalang sampah di hampir seluruh sungai agar sampah tidak langsung masuk ke laut. Langkah serupa juga dilakukan di Bali.

Selain itu, ia menyebut KKP juga berupaya untuk mengurangi sampah di pelabuhan perikanan. Beberapa pelabuhan telah menerapkan konsep zero waste sehingga sampah kembali ke darat untuk dikelola. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: