Krampusnacht: Malam Ketika Sosok Bertanduk Menguasai Jalanan
BeritaNasional.com - Setiap tanggal 5 Desember, sejumlah negara di Eropa mulai dari Jerman, Austria, Kroasia hingga wilayah pegunungan Alpen lain kedatangan suasana yang tak biasa.
Bahkan Australia dan Amerika Utara kini ikut merayakannya. Malam itu, jalanan berubah sedikit gelap dan mencekam karena satu tradisi tua kembali bangkit: Krampusnacht.
Jejak Sejarah Krampusnacht
Krampusnacht selalu jatuh pada malam sebelum perayaan St. Nicholas. Tradisi ini bertahan kuat di kawasan berbahasa Jerman, kemudian perlahan merambat ke benua lain yang tertarik pada folklore Eropa Tengah.
Krampus sendiri digambarkan sebagai makhluk menakutkan: tubuhnya ditutupi bulu tebal, tanduk besar melengkung di kepala, kuku runcing seperti kambing, mata merah yang terlihat garang, serta taring yang mencolok.
Setiap daerah memiliki interpretasinya sendiri, namun kesan menyeramkan tetap jadi ciri utama. Banyak kostum Krampus juga diberi tambahan rantai yang digoyang-goyang untuk menambah efek ngeri. Dalam simbolisme Kristen, rantai tersebut melambangkan “pengikatan iblis”.
Krampus dikenal membawa ruten seikat ranting yang konon digunakan untuk menegur anak-anak nakal. Di sejumlah keluarga, ranting itu diberikan sebagai pengingat agar anak-anak bersikap baik.
Sementara St. Nicholas datang membawa hadiah untuk yang patuh, Krampus justru menggantinya dengan batu bara atau seikat ranting bagi mereka yang dianggap nakal.
Malam perayaan Krampusnacht biasanya berlangsung meriah dan penuh energi. Para pria berkostum Krampus turun ke jalan, berteriak-teriak, menakut-nakuti penonton, dan memenuhi kota dengan suasana yang seolah keluar dari legenda lama.
Asal-usul Krampus sebenarnya masih samar. Namun, sosok makhluk bertanduk serupa sudah muncul dalam tradisi pagan sebelum datangnya Kristen. Banyak ahli meyakini bahwa figur tersebut kemudian melebur ke dalam budaya lokal dan akhirnya menjadi bagian dari perayaan musim dingin menjelang Natal.
Bagaimana Krampusnacht Dirayakan?
Berikut beberapa cara masyarakat merayakan Krampusnacht di berbagai daerah:
1. Ikut serta dalam parade Krampus (Krampuslauf)
Peserta akan berlari atau berjalan dengan memakai kostum menyeramkan sambil membuat suara gaduh.
2. Mengenakan kostum Krampus
Baik anak-anak maupun orang dewasa sering mengenakan topeng atau aksesori bertema Krampus.
3. Membagikan ranting kepada anak-anak
Tradisi ini menjadi pengingat agar mereka menjaga perilaku selama setahun ke depan.
4. Mengunjungi pasar musim dingin
Banyak keluarga menikmati suasana pasar sambil mencicipi makanan khas.
5. Berkumpul bersama orang terdekat
Meski bertema seram, Krampusnacht tetap menjadi momen kebersamaan.
6. Mengikuti tradisi St. Nicholas vs. Krampus
Anak-anak menantikan kehadiran dua figur ini yang satu membawa hadiah, yang lain membawa teguran.
7. Menonton pertunjukan tradisional
Banyak kota menggelar pementasan yang menceritakan kisah Krampus.
(Rep/Shafira)
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 21 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







