Refleksi Akhir Tahun DPR: Evaluasi Kinerja dan Langkah Strategis Jelang 2026

Oleh: Ahda Bayhaqi
Kamis, 04 Desember 2025 | 23:02 WIB
Refleksi Akhir Tahun 2025 bersama KWP di Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/12/2025). (BeritaNasional/Ahda)
Refleksi Akhir Tahun 2025 bersama KWP di Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/12/2025). (BeritaNasional/Ahda)

BeritaNasional.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI, Indra Iskandar, menegaskan komitmen DPR untuk terus melakukan evaluasi kinerja sepanjang satu tahun terakhir.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan media guna menghadirkan Parlemen yang terbuka, responsif, dan relevan dengan kebutuhan publik.

Pernyataan tersebut disampaikan Indra dalam diskusi Refleksi Akhir Tahun 2025 bersama Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/12/2025) malam. Acara tersebut dipandu oleh Ketua KWP, Dr. Ariawan, S.AP., MH., MA.

"Pertemuan ini bagian dari rangkaian silaturahmi kita di akhir tahun. Banyak dinamika yang kita lalui bersama di Senayan. Ini momentum bagi kita untuk kembali menata langkah, mengevaluasi perjalanan setahun, serta menyiapkan tantangan besar yang sangat dinamis ke depan," ujarnya.

Indra menjelaskan bahwa Sekretariat DPR RI terus melakukan evaluasi menyeluruh pada tiga aspek utama: dukungan persidangan, dukungan administratif, dan dukungan keahlian. Semua lini, kata Indra, harus adaptif terhadap perubahan serta meningkatnya tuntutan publik.

"Di panggung belakang, di situ kami juga melakukan evaluasi berbagai hal mulai dari aspek dukungan persidangan, dukungan administratif, hingga dukungan keahlian. Jadi semua cara dukung kita itu kami evaluasi terus-menerus," ujar Indra.

Dalam kesempatan itu, Indra juga mengungkapkan bahwa DPR saat ini tengah menerima 250 peserta magang dari program magang nasional. Keputusan tersebut merupakan bentuk kontribusi DPR dalam membuka peluang bagi anak muda mendapatkan pengalaman kerja yang layak.

"Ini bukan soal ideal atau tidak ideal. Ini tentang saudara-saudara kita yang belum beruntung. Meski tidak ada ruang untuk formasi baru, kami putuskan untuk menerima mereka. Bahkan nanti 100 di antaranya akan membantu identifikasi dan penataan ulang sejumlah undang-undang," jelasnya.

Program magang ini dinilai memberikan pengalaman unik bagi para pesertanya, terutama karena tidak semua lulusan hukum bisa langsung terlibat dalam proses penyusunan rancangan undang-undang.

"Artinya, ini akan menjadi tantangan bagi kami bagaimana DPR juga menjadi bagian dari publik, dari masyarakat, untuk bisa sama-sama mengatasi berbagai masalah," kata Indra.

Indra menutup sambutannya dengan menegaskan perlunya sinergi berkelanjutan antara Kesetjenan DPR dan para jurnalis parlemen agar setiap proses legislasi dan kegiatan parlemen dapat dipahami publik secara utuh dan transparan.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: