Jangan Asal Minum Minuman Isotonik, Ini Fungsi dan Waktu Mengkonsumsinya

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Senin, 08 Desember 2025 | 07:00 WIB
Ilustrasi (BeritaNasional/freepik)
Ilustrasi (BeritaNasional/freepik)

BeritaNasional.com -  Di pasaran banyak kita temui minuman isotonik yang diklaim bisa menggantikan cairan dan zat penting dalam tubuh kamu yang hilang. Apalagi bila kamu seorang yang aktif berolahraga minuman ini sangat pas buat mengembalikan kesegaran tubuh. 

Saat tubuh aktif bergerak, terutama saat berolahraga atau beraktivitas fisik berat, tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit melalui keringat. Di sinilah peran minuman isotonik menjadi penting. Tapi tahukah kamu apa itu minuman isotonik? yuk simak ulasan singkatnya di sini

Apa Itu Minuman Isotonik?

Mengutip laman Halodoc minuman isotonik adalah jenis minuman yang memiliki konsentrasi elektrolit dan karbohidrat yang mirip dengan cairan tubuh manusia.

Hal ini memungkinkan penyerapan yang lebih cepat dibandingkan air biasa, sehingga efektif dalam menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang melalui keringat selama aktivitas fisik.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), menjaga hidrasi yang optimal sangat penting untuk mempertahankan fungsi tubuh dan kinerja fisik yang baik.

Manfaat Isotonic Water untuk Kesehatan dan Kinerja

Berikut manfaat utama dari isotonic water:

1. Mengembalikan keseimbangan elektrolit

Aktivitas fisik menyebabkan tubuh kehilangan elektrolit penting seperti natrium, kalium, kalsium, dan magnesium melalui keringat. Minuman isotonik membantu menggantikan elektrolit ini, yang penting untuk fungsi otot dan saraf yang optimal.

2. Mencegah dehidrasi

Dehidrasi dapat menyebabkan penurunan kinerja fisik, kelelahan, dan bahkan masalah kesehatan yang lebih serius. Minuman isotonik membantu mencegah dehidrasi dengan menggantikan cairan yang hilang dengan cepat.

3. Meningkatkan performa olahraga

Dengan menyediakan energi dan elektrolit yang dibutuhkan, minuman isotonik dapat membantu meningkatkan kinerja selama berolahraga, terutama dalam aktivitas yang berlangsung lebih dari satu jam.

4. Mempercepat pemulihan setelah berolahraga

Minuman isotonik dapat membantu mempercepat pemulihan dengan menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang, serta mengurangi nyeri otot setelah berolahraga.

Kapan Waktu Terbaik Mengonsumsi Minuman Isotonik?

Sebelum olahraga untuk memastikan tubuh terhidrasi dengan baik dan memiliki cukup elektrolit.

Selama olahraga, terutama jika aktivitas berlangsung lebih dari 60 menit, untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang.

Setelah olahraga, untuk membantu pemulihan dan menggantikan cairan serta elektrolit yang hilang selama aktivitas.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merekomendasikan untuk minum air yang cukup sebelum, selama, dan setelah berolahraga untuk menjaga hidrasi yang optimal.

Bagaimana Memilih Minuman Isotonik yang Tepat?

Memilih minuman isotonik tidak bisa asal-asalan, terutama jika kamu menggunakannya untuk mendukung aktivitas fisik, pemulihan setelah sakit, atau mengatasi dehidrasi.

Minuman isotonik yang tepat membantu menggantikan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan, dan memulihkan energi lebih cepat. Berikut hal-hal yang perlu kamu perhatikan:

1. Perhatikan kandungan elektrolit

Minuman isotonik yang baik harus mengandung elektrolit penting seperti natrium, kalium, dan magnesium.

Natrium membantu mengatur cairan tubuh, kalium menjaga fungsi otot dan saraf, sementara magnesium berperan dalam metabolisme energi. Tanpa elektrolit ini, manfaat minuman isotonik tidak akan maksimal.

2. Periksa kandungan karbohidrat

Karbohidrat digunakan untuk mengembalikan energi yang hilang, terutama setelah olahraga intensitas sedang hingga berat.

Namun, pilih minuman isotonik dengan kandungan karbohidrat seimbang, sekitar 6–8 persen per sajian. Hindari produk dengan gula terlalu tinggi, karena dapat meningkatkan kalori berlebih dan justru memperlambat pengosongan lambung.

3. Cermati bahan tambahan

Banyak minuman isotonik mengandung pewarna, perasa buatan, atau pengawet. Sebisa mungkin pilih produk dengan bahan tambahan minimal, atau yang menggunakan bahan alami seperti perisa buah asli. Ini penting terutama bagi orang yang sensitif terhadap bahan kimia tertentu.

4. Sesuaikan dengan kebutuhan aktivitasmu

Jika kamu berolahraga ringan, air putih mungkin sudah cukup. Minuman isotonik lebih cocok dikonsumsi saat:

Olahraga intensitas tinggi lebih dari 60 menit

Cuaca panas dan kamu kehilangan banyak keringat

Mengalami diare atau dehidrasi ringan

Pemulihan setelah sakit atau demamsinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: