Pekan Depan Pemerintah Tetapkan Kuota Impor SPBU Asing

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Kamis, 11 Desember 2025 | 08:00 WIB
Sejumlah kendaraan antri mengisi BBM di SPBU Vivo Jakarta. (BeritaNasional/Elvis)
Sejumlah kendaraan antri mengisi BBM di SPBU Vivo Jakarta. (BeritaNasional/Elvis)

BeritaNasional.com -  Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan sudah mennggelar rapat dengan jajaran Direktorat Jenderal Migas untuk merumuskan opsi impor BBM untuk SPBU swasta/asing. Nantinya ia akan menjabarkan berbagai ospi tersebut kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memutus kuota impor bahan bakar minyak (BBM) 2026 untuk badan usaha pengelola SPBU swasta yakni Shell, BP, Vivo, dan ExxonMobil pekan depan.

“Minggu depan kami sudah Insya Allah bisa mendapatkan opsinya seperti apa,” ujarnya, Rabu (10/12/2025)

Dia menerangkan Menteri ESDM Bahlil akan mengambil keputusan untuk menetapkan opsi mana yang diberlakukan dalam hal impor BBM SPBU swasta pada 2026.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan yakni penambahan kuota impor sebesar 10% dari kuota impor pada 2025.

“Itu (penambahan 10 persen) salah satu opsi"

Kebijakan tersebut sudah diberlakukan pemerintah pada 2025, yakni menambah kuota impor sebesar 10 persen dari 2024. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya, sejumlah SPBU swasta, yakni Shell dan BP, kehabisan kuota impor pada pertengahan Agustus 2025, dan SPBU Vivo menyusul pada Oktober 2025.

Solusi yang ditawarkan oleh Kementerian ESDM kepada SPBU swasta yang kehabisan kuota impor adalah melakukan kolaborasi antarbisnis dengan Pertamina Patra Niaga.

Badan usaha pengelola SPBU swasta kemudian mengimpor menggunakan kuota impor milik perusahaan migas plat merah tersebut. (Antara)

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: