3 Juta Lebih Warga Portugal Ikut Mogok Nasional Tolak Reformasi UU Ketenagakerjaan

Oleh: Kiswondari
Jumat, 12 Desember 2025 | 18:32 WIB
3 juta lebih warga Portugal Ikut mogok nasional tolak reformasi UU Ketenagakerjaan. (BeritaNasional/X Abraham Mendieta)
3 juta lebih warga Portugal Ikut mogok nasional tolak reformasi UU Ketenagakerjaan. (BeritaNasional/X Abraham Mendieta)

BeritaNasional.com - Lebih dari tiga juta warga Portugal turun ke jalan mengikuti mogok nasional pertama dalam 12 tahun terakhir untuk menolak reformasi Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan pada Kamis (11/12/2025) kemarin.

Menurut kantor berita Europa Press, aksi ini digelar serikat-serikat pekerja besar, termasuk General Union of Workers dan General Confederation of Portuguese Workers, untuk menentang rencana pemerintahan Perdana Menteri Luis Montenegro itu.

Melansir akun X @abrahamendieta, aksi mogok ini berlangsung malam hari, warga Portugal yang melakukan aksi terlihat membawa sekuntum bunga mawar merah, dan juga menyanyikan sebuah lagu sambil saling merangkul dan mengepalkan tangan ke atas. Juga ada yang membawa tulisan "o povo e quem mais ordena" yang berarti "kedaulatan rakyat".

Pemerintah Portugal mengusulkan perubahan terhadap hampir seratus pasal dalam kodifikasi ketenagakerjaan atau kumpulan aturan atau undang-undang yang mengatur hubungan kerja, hak dan kewajiban pekerja serta pemberi kerja, termasuk penyederhanaan prosedur pemutusan hubungan kerja (PHK) dan perluasan skema kerja sementara.

Serikat pekerja menilai langkah tersebut akan merusak hak-hak buruh, meningkatkan ketidakpastian kerja, serta membatasi aktivitas serikat.

Portugal terakhir kali menggelar mogok nasional sebesar ini pada 2013, ketika pekerja memprotes kebijakan penghematan yang diberlakukan pemerintah atas permintaan pemberi pinjaman internasional Komisi Eropa, Bank Sentral Eropa, dan Dana Moneter Internasional, sebagai syarat bantuan finansial selama krisis utang.

Serikat pekerja menyampaikan, aksi besar kali ini mencerminkan kekhawatiran mendalam para pekerja terhadap arah reformasi pemerintah, sementara negosiasi antara kabinet Montenegro dan perwakilan buruh tetap buntu.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: