Berminat Investasi Mata Uang Asing? Ini 10 Mata Uang Asing yang Direkomendasikan

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Selasa, 16 Desember 2025 | 06:30 WIB
Ilustrasi dolar. (BeritaNasional/freepik)
Ilustrasi dolar. (BeritaNasional/freepik)

BeritaNasional.com -  Pada dasarnya, investasi pada mata uang asing memerlukan pemahaman mendalam terhadap faktor ekonomi dan strategi yang matang. Jadi, tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Oleh karena itu, pemilihan mata uang sebagai instrumen pun harus tepat. Lantas, apa mata uang apa yang bagus untuk investasi? Berikut ini adalah beberapa rekomendasinya.

Melansir laman Pegadaian berikut ini mata uang yang bagus untuk Investasi

1. Dolar Amerika Serikat (USD)

Dolar Amerika Serikat (USD) adalah mata uang yang menjadi cadangan devisa global dan digunakan dalam perdagangan maupun hampir 90% transaksi Forex internasional. 

Walaupun disebut mulai kehilangan pamor, mata uang asing nyatanya memiliki likuiditas tinggi, penerimaan global, dan cenderung stabil daripada mata uang lainnya.

Hal itu bisa terjadi karena adanya dukungan penuh oleh kebijakan moneter dari The Fed dan perekonomian Amerika Serikat yang kuat. 

Per 11 November 2025, nilai kurs jual 1 dolar AS ke Rupiah adalah Rp16.749,33 dan kurs belinya Rp16.582,67. Jadi, tidak heran jika masih menjadi opsi instrumen yang menjanjikan.

2. Euro (EUR)

Euro (EUR) resmi menjadi mata uang yang digunakan 20 negara di Benua Eropa dan dikenal sebagai cadangan terbesar kedua di dunia. 

Meskipun beberapa negara di zona Eropa sempat menghadapi guncangan perekonomian, mata uang Euro tetap bernilai nilai stabil dan kuat sebab mendapatkan dukungan dari Uni Eropa.

Harganya pun terbilang lebih tinggi jika dibandingkan dengan USD sehingga banyak dilirik para investor. Menjadikannya sebagai aset investasi bisa dikatakan sebagai keputusan yang tepat.

3. Franc Swiss (CHF)

Mata uang asing yang bagus untuk investasi berikutnya, yaitu Franc Swiss (CHF). Investasi dalam bentuk CHF dinilai aman karena identik dengan stabilitas negara yang ekonominya kuat.

Di samping itu, terdapat berbagai faktor lainnya yang membuat mata uang ini menguntungkan, antara lain:

Tingkat pengangguran rendah.

Mempunyai sistem perbankan yang sangat maju.

Produk Domestik Bruto (PDB) tinggi.

Negara memiliki fokus pada dukungan mata uang nasional.

4. Yen Jepang (JPY)

Salah satu mata uang yang menjadi favorit investor adalah Yen Jepang (JPY). Yen tidak berkiblat pada USD atau Euro dan memiliki neraca perdagangan surplus.

Tingkat inflasi di Jepang juga tergolong rendah. Alih-alih menurun, nilai Yen justru cenderung menguat dalam kondisi krisis global sekali pun.

Itulah mengapa Yen dianggap sebagai pelindung nilai investasi, cadangan devisa terbesar ketiga di dunia, dan mata uang yang mampu mempertahankan daya belinya.

5. Krona Swedia (SEK)

Apabila sedang mencari mata uang apa yang bagus untuk investasi, maka Krona Swedia (SEK) dapat menjadi rekomendasi pilihannya. Mengapa demikian?

Pemerintah di Swedia memiliki kebijakan yang menitikberatkan pada dukungan dalam menjaga kestabilan nilai tukar sekaligus inflasi.

Dengan demikian, tingkat inflasi bisa dikontrol dan risiko devaluasi mata uang menjadi lebih berkurang. Aspek ini membuat Krona Swedia cocok dijadikan aset investasi jangka panjang.
 

6. Krona Norwegia (NOK)

Sama halnya dengan Swedia dan Swiss, Norwegia termasuk negara yang memiliki fokus kebijakan pada dukungan stabilitas mata uang nasional.

Selama beberapa tahun terakhir, laju inflasi di Norwegia tergolong rendah. Berkat ekspor gas dan minyaknya, Norwegia mampu menghimpun cadangan dana nasional yang besar.

Cadangan dana tersebut dapat membantu dalam menjaga perekonomian di sana tetap kuat dan bertahan. Itulah mengapa Krona Norwegia (NOK) cocok menjadi aset investasi valas.

7. Poundsterling Inggris (GBP)

Hingga saat ini, Poundsterling Inggris (GBP) masih menjadi mata uang tertua dan berpengaruh di dunia. Dalam sepuluh tahun terakhir, popularitas mata uang ini mengalami lonjakan. 

Diketahui, setelah keputusan Inggris yang menarik diri dari Uni Eropa (Brexit), nilai tukar GBP banyak berubah. Walaupun begitu, penurunannya lebih sedikit daripada mata uang lainnya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa volatilitas Poundsterling Inggris cenderung lebih rendah sehingga dapat dijadikan sebagai instrumen investasi yang solid.

8. Dolar Australia (AUD)

Australia termasuk negara dengan tingkat pengangguran rendah dan perekonomian yang kuat. Mata uangnya, yaitu dolar Australia (AUS) dinilai memiliki nilai kurs yang stabil.

Faktor inilah yang banyak dipertimbangkan investor untuk memilih AUD sebagai instrumen. Tetapi, perlu diketahui bahwa fluktuasi kecil dalam nilai tukarnya tetap mungkin terjadi.

Bukan tanpa alasan, Australia menggantungkan kelangsungan hidupnya pada aktivitas ekspor sumber daya alam (SDA).

9. Dolar Singapura (SGD)

Singapura dikenal sebagai pusat finansial di Asia Tenggara karena mempunyai fundamental ekonomi yang kuat dengan tingkat inflasi rendah.

Pertumbuhan dolar Singapura juga terus menunjukkan kestabilan sehingga cukup menarik bagi para investor, terutama yang mencari peluang investasi jangka panjang di Asia-Pasifik.

10. Dinar Kuwait (KWD)

Dinar Kuwait (KWD) adalah mata uang dengan nilai tukar tertinggi di dunia yang menjadi simbol kekayaan bagi negara berbasis sumber daya alam.

Peredarannya di perdagangan global memang kurang sehingga tidak terlalu likuid, tetapi bisa menjadi aset premium yang menarik bagi investor.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: