Telkomsel dan AWS Cetak 750 Talenta Disabilitas Lewat Terampil di Awan 2.0

Oleh: Imantoko Kurniadi
Selasa, 16 Desember 2025 | 03:02 WIB
Telkomsel-AWS tingkatkan talenta disabilitas di era digital. (Foto/doc. Tsel)
Telkomsel-AWS tingkatkan talenta disabilitas di era digital. (Foto/doc. Tsel)

BeritaNasional.com - Telkomsel bersama Amazon Web Services (AWS) menegaskan komitmennya membangun ekosistem digital inklusif di Indonesia melalui program Terampil di Awan 2.0.

Program ini berhasil melahirkan 750 talenta digital dari kalangan disabilitas, khususnya di bidang Cloud Computing dan Generative AI.

Program yang resmi berakhir pada akhir 2025 ini merupakan kelanjutan dari fase pertama sejak 2023. Fokus Terampil di Awan 2.0 kali ini adalah wilayah Bandung Raya, dengan melibatkan 295 siswa disabilitas dan 85 tenaga pendidik dari 33 Sekolah Luar Biasa (SLB).

Lebih dari sekadar pelatihan, program ini menjadi bukti bahwa akses pendidikan digital yang setara membuka peluang baru bagi semua kalangan. Pendekatan inklusif Telkomsel dan AWS memastikan transformasi digital tidak meninggalkan siapa pun.

Sebagai bagian dari CSR Telkomsel “Sambungkan Senyuman”, program ini bertujuan memberdayakan talenta yang belum banyak tersentuh, sekaligus menciptakan masa depan lebih cerah.

“Kami ingin generasi muda Indonesia menguasai kompetensi digital, termasuk Cloud dan Generative AI, karena inilah kunci masa depan. Program ini mencerminkan visi Telkomsel dalam memastikan inklusivitas dan memberi kembali kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, dikutip dalam keterangannya, Senin (15/12/2025).

Ia juga menekankan kolaborasi lintas sektor sebagai kunci menciptakan dampak berkelanjutan. Dengan bekerja sama AWS, potensi talenta disabilitas bisa berkembang maksimal.

Sejak 17 Oktober 2025, peserta mengikuti pelatihan intensif yang relevan dengan kebutuhan industri digital. Materi mencakup komputasi awan, desain dan pembangunan website, hingga Generative AI melalui platform AWS PartyRock, yang memudahkan peserta membuat aplikasi AI dengan koding sederhana.

Untuk keberlanjutan, 50 tenaga pendidik terpilih mendapat pelatihan lanjutan AWS Cloud Practitioner Essentials dan voucher sertifikasi resmi. Seluruh sekolah peserta juga memperoleh akses AWS Skill Builder selama 12 bulan untuk mendukung pembelajaran jangka panjang.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: