Selain Lonjakan Mobilitas, Pemerintah Waspadai Cuaca Ekstrem saat Nataru

Oleh: Kiswondari
Selasa, 16 Desember 2025 | 12:01 WIB
Selain lonjakan mobilitas, pemerintah waspadai cuaca ekstrem saat Nataru-Prabowo pimpin Sidang Kabinet Paripurna, Senin (15/12/2025). (BeritaNasional/BPMI Setpres)
Selain lonjakan mobilitas, pemerintah waspadai cuaca ekstrem saat Nataru-Prabowo pimpin Sidang Kabinet Paripurna, Senin (15/12/2025). (BeritaNasional/BPMI Setpres)

BeritaNasional.com - Selain mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) sebesar 119,5 juta orang, pemerintah juga fokus ada potensi cuaca ekstrem pada momen tersebut. Karenanya, pemerintah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan.

Hal ini dilaporkan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto. Dia menyampaikan, ada dua isu strategis yang menjadi fokus pengelolaan Angkutan Nataru 2025–2026, yakni potensi lonjakan penumpang dan risiko cuaca ekstrem yang diprakirakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Terdapat dua isu strategis pada angkutan Nataru 2025-2026, yaitu potensi lonjakan penumpang yang akan menimbulkan kemacetan dan penumpukan pada simpul transportasi dan risiko cuaca ekstrem yang menurut BMKG terdapat potensi curah hujan yang tinggi pada bulan Desember hingga Januari 2026,” ungkap Dudy di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025) malam.

Berdasarkan hasil survei potensi pergerakan orang saat Nataru, Menhub menyampaikan, potensi pergerakan masyarakat diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan mencakup hampir separuh penduduk Indonesia. Lonjakan tersebut menjadi dasar penguatan layanan transportasi nasional.

“Hasil survei menunjukkan bahwa 42,01 persen penduduk Indonesia, atau sebesar 119,5 juta orang berencana melakukan perjalanan pada akhir tahun, meningkat 2,71 persen dari tahun sebelumnya,” kata Dudy.

Dudy menjelaskan, pergerakan penumpang terbesar diprediksi berasal dari provinsi berpenduduk padat di Pulau Jawa dengan tujuan yang juga terkonsentrasi di wilayah tersebut. Namun, pemerintah memastikan pengawasan tetap dilakukan secara menyeluruh.

“Tujuan perjalanan didominasi oleh provinsi Jawa Tengah sebesar 20,23 juta orang, diikuti oleh Jawa Timur dan Jawa Barat,” terangnya.

“Walaupun tidak termasuk dalam 10 besar survei, namun akan kami cermati wilayah-wilayah yang merayakan Natal seperti Maluku, Papua, dan Kalimantan Barat,” tambahnya.

Dari sisi moda transportasi, kata Dudy, mobil pribadi masih mendominasi pilihan masyarakat untuk bepergian pada akhir tahun dan diikuti oleh moda transportasi lainnya. Pemerintah pun telah menyiapkan sarana dan prasarana transportasi pendukung, baik moda transportasi darat, laut, udara, kereta api, maupun penyeberangan.

“Untuk transportasi darat kami menyiapkan 31.433 bis, transportasi laut 711 kapal, transportasi kereta api 2.670 kereta api, transportasi udara 368 pesawat, transportasi penyeberangan 253 kapal penyeberangan,” jelas Dudy.

Dudy menambahkan, pemerintah juga memberikan stimulus sektor transportasi berupa diskon tarif dan tiket guna meringankan beban masyarakat selama periode libur Nataru. Kebijakan tersebut melibatkan koordinasi lintas kementerian dan BUMN.

“Stimulus untuk diskon tarif tol sebesar 20 persen pada 26 ruas jalan tol, yaitu pada tanggal 22, 23, dan 31 Desember. Sedangkan untuk tahun 2024 kemarin hanya diberikan sebesar 10 persen untuk 12 ruas jalan tol,” ujarnya.

“Stimulus angkutan udara berupa diskon tiket sebesar 13 hingga 14 persen untuk periode perjalanan 22 Desember hingga 10 Januari 2026,” lanjut Dudy.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: