AS Setujui Penjualan Alutsista Militer Senilai USD136 Juta ke NATO
BeritaNasional.com - Pemerintahan Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump menyetujui rencana penjualan militer luar negeri kepada NATO senilai USD136,1 juta (sekitar Rp2,1 triliun).
Kerja sama ini bertujuan untuk memperpanjang masa pakai rudal pertahanan udara Stinger yang dimiliki oleh sejumlah negara anggota aliansi tersebut.
Berdasarkan pernyataan resmi Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS, permintaan ini diajukan oleh Badan Dukungan dan Pengadaan NATO (NSPA).
Paket penjualan tersebut mencakup berbagai komponen teknis vital, mulai dari motor penerbangan, pelet pendorong, kartrid generator gas, hingga komponen hulu ledak Stinger. Selain perangkat fisik, AS juga akan menyediakan layanan teknik dan rekayasa pendukung.
Memperkuat Pertahanan Udara Eropa
Penjualan ini diproyeksikan bakal memperkokoh kesiapan tempur aliansi di kawasan Eropa.
"Langkah ini berkontribusi pada tujuan pertahanan AS dan NATO dengan meningkatkan kesiagaan serta memperkuat kemampuan pertahanan udara sekutu," tulis pernyataan resmi pemerintah AS pada Kamis yang dikutip dari Xinhua News.
Negara-negara seperti Jerman, Italia, dan Belanda disebut tidak akan mengalami kendala teknis dalam mengintegrasikan peralatan baru ini ke dalam angkatan bersenjata mereka. Ketiga negara tersebut memang tengah menjalankan Program Perpanjangan Masa Pakai Stinger di bawah koordinasi NSPA.
Mengenal Rudal Stinger
Rudal Stinger merupakan sistem pertahanan udara ringan yang diproduksi oleh perusahaan pertahanan kenamaan asal AS, Raytheon.
Alutsista ini dikenal karena sifatnya yang mandiri (portable) dan dapat dikerahkan secara cepat oleh pasukan darat untuk melumpuhkan ancaman udara di medan perang.
Dengan adanya kesepakatan ini, NATO berharap stabilitas dan kemampuan defensif para anggotanya tetap terjaga di tengah dinamika keamanan global yang terus berkembang.
PERISTIWA | 13 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







