Mendagri Ungkap Bentuk Bantuan yang Akan Diberikan UNDP dan UNICEF

Oleh: Ahda Bayhaqi
Jumat, 19 Desember 2025 | 12:59 WIB
Mendagri ungkap bentuk bantuan yang akan diberikan UNDP dan UNICEF. (Foto/Pixabay)
Mendagri ungkap bentuk bantuan yang akan diberikan UNDP dan UNICEF. (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian telah memeriksa surat pemerintah Aceh kepada dua badan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni United Nations Development Program (UNDP) dan United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) terkait bantuan penanganan bencana banjir. Tito pun mengungkap bentuk bantuan yang akan diberikan oleh UNDP dan UNICEF.

"Kemarin kami sudah mengecek juga langsung ke UNDP dan UNICEF apa kira-kira bentuk bantuan yang akan dapat diberikan berkenaan surat dari pemerintah Aceh," ujar Tito dalam konferensi pers perkembangan penanggulangan bencana Sumatera di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Bantuan yang akan diberikan adalah berupa konseling kepada anak-anak dan wanita karena tidak ada penetapan status bencana nasional. Namun, pemerintah masih membicarakan bagaimana bentuk konseling tersebut, serta sebesar apa.

"Nah, yang paling mungkin kalau tidak terapkan dalam status bencana nasional adalah konseling, terutama untuk anak-anak dan wanita," ujar Tito.

Mantan Kapolri ini mengatakan, pemerintah tengah mempertimbangkan menerima bantuan tersebut.

"Itu yang akan kita pertimbangkan. Tapi itu kira-kira komunikasi yang sudah kami lakukan baik dengan pemerintah Aceh maupun dengan UNDP dan UNICEF," ujarnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah Provinsi Aceh Muhammad MTA membenarkan Pemerintah Provinsi Aceh mengirim surat permintaan bantuan kepada UNDP dan UNICEF, karena dua lembaga itu punya pengalaman terlibat dalam masa pemulihan dan rehabilitasi pengungsi terutama pascabencana tsunami di Aceh pada 2004.

"Benar (sudah melayangkan surat), (karena) mempertimbangkan mereka lembaga resmi PBB yang ada di Indonesia, maka meminta keterlibatan mereka dalam pemulihan. Kami rasa sangat dibutuhkan," kata Muhammad MTA kepada wartawan, Minggu (14/12/2025).

Dia menjelaskan, setidaknya ada 77 lembaga dan 1.960 relawan masuk ke Aceh yang turun langsung ke daerah-daerah terdampak bencana, menyalurkan bantuan, dan membantu para pengungsi. Lembaga-lembaga itu terdiri atas organisasi non-pemerintah (NGO) lokal, nasional, maupun internasional.

"Besar kemungkinan keterlibatan lembaga dan relawan akan terus bertambah dalam respons kebencanaan ini. Atas nama masyarakat Aceh dan korban, Gubernur (Muzakir Manaf) sangat berterima kasih atas niat baik dan kontribusi yang sedang mereka berikan demi pemulihan Aceh," terangnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: