Kejagung Klaim Belum Terima Info OTT KPK terhadap 2 Jaksa di Kalsel

Oleh: Bachtiarudin Alam
Jumat, 19 Desember 2025 | 20:28 WIB
Kapuspenkum Kejagung RI, Anang Supriatna. (BeritaNasiona/Bachtiar)
Kapuspenkum Kejagung RI, Anang Supriatna. (BeritaNasiona/Bachtiar)

BeritaNasional.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) belum menerima informasi terkait dua jaksa yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Diketahui dari informasi dihimpun dua jaksa itu adalah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Hulu Sungai Utara, Albertinus Napitupulu dan Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Hulu Utara Asis Budianto.

"Kami belum dapat informasi sampai saat ini, kita tunggu dulu kalau memang ada," kata Anang kepada wartawan, Jumat (19/12/2025).

Meski begitu, Anang mempersilahkan bagi KPK jika benar telah menangkap dua jaksa dalam OTT untuk ditindak secara tegas. Karena, hukum harus ditegakkan sekalipun ada jaksa terlibat di dalamnya dalam kasus dugaan pemerasan.

"Kalau memang ada silahkan saja, proses saja. Kita tidak akan melindungi, tidak akan. Tidak akan (intervensi KPK)," ucapnya.

Sebelumnya, KPK telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan (Kalsel). Di mana, ada pihak-pihak yang tak kooperatif dalam OTT tersebut.

"Juga dalam kegiatan di lapangan ada pihak-pihak yang tidak kooperatif dan diduga melarikan diri. Ada pihak-pihak,” kata Jubir KPK Budi Prasetyo di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (19/12/2025).

KPK mengimbau para pihak terkait OTT ini kooperatif. Hal itu agar proses penyidikan kasus ini bisa efektif. Lalu, terkait OTT di Kalsel berkaitan perkara pemerasan. 

"Tindak pemerasan yang dilakukan oleh Oknum Aparat Penegak Hukum," sebutnya.

Adapun pihak yang diamankan itu telah dibawa oleh KPK untuk diperiksa lebih lanjut. Mereka masih berstatus terperiksa, yakni, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari ) dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara. 

"Benar, diantaranya yang diamankan Kajari, Kasi Intel, dan swasta yang diduga sebagai perantara" kata Budi.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: