DPR Dorong Pemanfaatan Lahan Eksisting untuk Sawit di Papua

Oleh: Ahda Bayhaqi
Sabtu, 20 Desember 2025 | 08:05 WIB
Suasana Gedung DPR dilihat dari atas. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Suasana Gedung DPR dilihat dari atas. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com -  Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan menilai pengembangan sawit di Papua untuk meningkatkan kemampuan produksi energi dalam negeri merupakan langkah strategis. Tetapi Daniel mengingatkan pengalaman pahit alih fungsi hutan untuk sawit dan pertambangan memicu bencana banjir dan krisis ekologis.

"Namun, pengalaman pahit di berbagai daerah di mana alih fungsi hutan untuk sawit dan pertambangan telah memicu banjir, banjir bandang, dan krisis ekologis harus menjadi pelajaran serius," ujarnya kepada wartawan, dikutip Sabtu (20/12/2025).

Daniel mengingatkan, pembukaan lahan untuk sawit di Papua jangan di wilayah pegunungan dan jalur Daerah Aliran Sungai. Karena akan memicu potensi bencana banjir dan longsor.

"Khusus untuk Papua memang harus dilihat kontur tanah yang akan ditanam sawit, kita tidak ingin pembukaan hutan baru untuk penanaman sawit apalagi di daerah pegunungan, jalur Daerah Aliran Sungai (DAS), apabila ini dilakukan maka akan memicu potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor," ujarnya.

Maka itu, Daniel meminta sebaiknya penanaman sawit di Papua menggunakan lahan yang sudah ada agar tidak memunculkan masalah baru.

"Jika, penanaman sawit dilakukan di lahan yang sudah eksisting tentu tidak menjadi permasalahan baru, ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah. Bahwa tidak boleh ada pembukaan hutan baru untuk lahan sawit," ujarnya.

"Papua bukan sekadar ruang kosong untuk ekspansi komoditas, melainkan benteng ekologi terakhir Indonesia dengan fungsi hidrologis yang sangat vital," tegasnya.

Pembukaan lahan tanpa pertimbangan matang akan mengulang bencana banjir dan longsor seperti di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Karena itu, Komisi IV menegaskan bahwa pembangunan di Papua harus berbasis kehati-hatian, kajian lingkungan yang ketat, perlindungan masyarakat adat, serta tata ruang yang jelas. Kemandirian energi tidak boleh dibayar dengan kerusakan lingkungan permanen dan penderitaan rakyat Papua di masa depan," ujar Daniel.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, wilayah Papua harus ditanam kelapa sawit agar bisa menghasilkan BBM.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pengarahannya kepada seluruh kepala daerah Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan (KEPP) Otonomi Khusus (Otsus) Papua pada Selasa (16/12/2025).

"Kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan juga BBM dari kelapa sawit," kata Prabowo di Istana Negara Jakarta.

Tak hanya kelapa sawit, Prabowo juga ingin ditanam tebu dan singkong agar bisa menghasilkan etanol.

"Juga tebu menghasilkan etanol, singkong cassava juga untuk menghasilkan etanol," ujar Prabowo.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: