Menantu Trump Berencana Jadikan Gaza Resor Futuristik Bernama "Project Sunrise"

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 20 Desember 2025 | 15:27 WIB
Menantu Trump, Jared Kushner (kiri) berencana jadikan Gaza resor futuristik bernama "Project Sunrise". (BeritaNasional/Instagram Kushner)
Menantu Trump, Jared Kushner (kiri) berencana jadikan Gaza resor futuristik bernama "Project Sunrise". (BeritaNasional/Instagram Kushner)

BeritaNasional.com - Setelah kesepakatan damai Hamas dan Israel diusulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diteken Oktober 2025 lalu, menantu Trump, Jared Kushner, bersama utusan khusus AS Steve Witkoff, mempresentasikan draf rencana rekonstruksi Gaza berupa resor futuristik kepada para calon investor.

Melansir laporan The Wall Street Journal pada Jumat (19/12/2025), cetak biru resor futuristik yang diberi nama “Project Sunrise” ini disusun oleh Kushner dan Witkoff, dan berpotensi membuat Washington menanggung sekitar 20 persen dari sebagian biaya rekonstruksi Gaza selama periode sepuluh tahun.

“Project Sunrise” menggambarkan Gaza sebagai sebuah kota metropolis berteknologi tinggi dengan resor mewah di tepi pantai, jalur kereta cepat, serta jaringan pintar yang dioptimalkan dengan kecerdasan buatan (AI).

Masih menurut The Wall Street Journal, draf rencana rekonstruksi tersebut tidak menyebutkan di mana 2 juta warga Palestina akan tinggal selama proyek berlangsung.

The Wall Streen Journal menambahkan, Kushner dan Witkoff disebut telah mempresentasikan draf proyek tersebut kepada para investor potensial dan pemerintah asing, termasuk Turki dan Mesir.

Pada November 2025 lalu, ekonom dari Unit Bantuan bagi Rakyat Palestina di Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD), Rami Alazzeh, mengatakan bahwa proses pembersihan wilayah Jalur Gaza dari amunisi yang belum meledak dapat memakan waktu hingga 10 tahun.

"Jika pembersihan puing-puing dilakukan pada kecepatan yang sama, dibutuhkan sekitar 22 tahun untuk sepenuhnya menyingkirkan puing-puing di Jalur Gaza," ujar koordinator program UNCTAD yang mendukung rakyat Palestina, Mutasim Elagraa.

Pada Oktober 2025, Perwakilan Khusus Program Pembangunan PBB (UNDP) untuk Program Bantuan bagi Rakyat Palestina, Jaco Cilliers, mengatakan bahwa berdasarkan perkiraan UNDP, sedikitnya 50 juta ton puing harus dipindahkan dari Gaza.

Dia juga mengatakan bahwa rekonstruksi Jalur Gaza akan memerlukan dana sekitar 70 miliar dolar AS (sekitar Rp1.168 triliun).sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: