Dorong Indonesia Tembus Pasar Global, AMKA Animation dan Kementerian Ekraf Gelar Bali Animation Film Market 2025

Oleh: Kiswondari
Senin, 22 Desember 2025 | 21:45 WIB
Dorong Indonesia tembus pasar global, AMKA Animation dan Kementerian Ekraf gelar Bali Animation Film Market 2025. (BeritaNasional/Kementerian Ekraf)
Dorong Indonesia tembus pasar global, AMKA Animation dan Kementerian Ekraf gelar Bali Animation Film Market 2025. (BeritaNasional/Kementerian Ekraf)

BeritaNasional.com - Di tengah berkembangnya industri film animasi Indonesia seiring meningkatnya kebutuhan konten kreatif di pasar nasional dan global, AMKA Animation berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf), menghadirkan Bali Animation Film Market 2025 (BAFM 2025), sebuah market dan forum industri yang mempertemukan kreator, studio, investor, serta talenta kreatif dalam satu ekosistem kolaboratif.

Diselenggarakan di Rumah Tanjung Bungkak (RTB), Denpasar, Bali pada Sabtu (20/12/2025) dengan tema “Connecting IP Potential to the Animation and Film Industry Ecosystem”, BAFM 2025 dirancang sebagai platform strategis untuk menghubungkan potensi Intellectual Property (IP) dengan kebutuhan industri film animasi, baik di tingkat nasional maupun menuju pasar global.

Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekraf Agustini Rahayu menegaskan, penyelenggaraan BAFM 2025 memiliki peran strategis dalam memperkuat subsektor animasi sebagai bagian dari ekonomi kreatif nasional.

"BAFM 2025 kami pandang sebagai instrumen penting dalam mendorong nilai tambah ekonomi kreatif berbasis Intellectual Property nasional. Melalui forum dan market ini, potensi IP animasi Indonesia tidak hanya diperkenalkan, tetapi juga diarahkan untuk masuk ke rantai nilai industri, membuka peluang investasi, serta menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan," ujar Agustini dikutip melalui keterangan pers.

"Di saat yang sama, kegiatan ini turut berperan dalam pengembangan sumber daya manusia kreatif agar memiliki kompetensi dan daya saing global,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur AMKA Animation Herman Umbu Billy menyampaikan, BAFM 2025 lahir dari kebutuhan nyata industri kreatif Indonesia akan ruang temu yang mempertemukan karya, talenta, dan ekosistem industri secara berkelanjutan.

"BAFM 2025 kami rancang sebagai ruang strategis bagi kreator dan pelaku industri untuk saling terhubung, belajar, dan bertumbuh bersama. Indonesia memiliki kekayaan cerita, talenta muda, dan potensi IP yang sangat besar," ujar Herman Umbu.

"Melalui BAFM, kami ingin memastikan potensi tersebut memiliki jalur yang jelas menuju industri, pasar, dan kolaborasi nyata, sekaligus menempatkan Bali sebagai hub penting dalam ekosistem film animasi nasional," jelasnya.

Sebagai penyelenggara, AMKA Animation berperan sebagai inisiator dan penggerak ekosistem dengan fokus pada pengembangan IP serta penguatan jejaring antara kreator, studio, investor, institusi pendidikan, komunitas, dan pemerintah.

Melalui BAFM 2025, kata dia, AMKA Animation menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan industri kreatif nasional sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai salah satu hub penting ekosistem animasi Indonesia.

"BAFM 2025 juga menjadi bagian dari upaya sinergi antara pelaku industri dan pemerintah dalam mendukung agenda pengembangan ekonomi kreatif, khususnya subsektor animasi dan film, yang memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi berbasis inovasi dan talenta muda," tandasnya.

BAFM 2025 menghadirkan berbagai program utama, antara lain, business presentation, pitching session, job fair and career opportunities, serta sharing session. Melalui format market dan forum, peserta tidak hanya memperoleh wawasan industri, tetapi juga kesempatan nyata untuk membangun jejaring, mempresentasikan karya, membuka peluang kerja dan menjalin kolaborasi produksi.

Bahkan secara khusus, Bali Animation Film Market menggelar sesi pitching dari 17 proyek animasi, yang dua di antaranya berhasil masuk nominasi Oscar Shortlist yang bertujuan untuk menarik investasi dan produksi animasi dari buyer dan investor. Hal ini membuka peluang kesempatan bagi dari studio atau animator di Indonesia untuk berkembang dan berkelanjutan.

 sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: