Penangkapan Greta Thunberg Picu Kritik Tajam terhadap Pemerintah Inggris

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 24 Desember 2025 | 00:39 WIB
Greta Thunberg ditangkap Israel (Foto/Instagram Freedom Flotilla)
Greta Thunberg ditangkap Israel (Foto/Instagram Freedom Flotilla)

BeritaNasional.com -  Aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg, ditangkap polisi saat mengikuti aksi solidaritas untuk para tahanan Palestine Action di London, Selasa (23/12/2025). Penangkapan ini memicu gelombang kritik keras terhadap pemerintah Inggris.

Dalam sebuah video yang dibagikan kelompok Prisoners For Palestine, Thunberg terlihat diamankan aparat di depan kantor Aspen Insurance.

Kelompok tersebut menuding perusahaan itu memiliki keterkaitan layanan dengan Elbit Systems, perusahaan persenjataan asal Israel.

Polisi menyatakan Thunberg ditangkap berdasarkan Terrorism Act 2000 setelah membawa poster bertuliskan dukungan terhadap para tahanan Palestine Action serta penolakan terhadap genosida. City of London Police menegaskan penangkapan dilakukan karena aksi tersebut dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap organisasi yang telah dilarang.

Aksi protes itu juga diwarnai penyemprotan cat merah di bagian depan gedung sebelum sejumlah peserta ditahan. Demonstrasi digelar di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap kondisi enam tahanan Palestine Action yang melakukan mogok makan sejak November.

Palestine Action sendiri resmi dilarang pada Juli lalu setelah anggotanya menyusup ke pangkalan Royal Air Force dan merusak dua pesawat militer. Polisi menaksir kerugian akibat aksi tersebut mencapai £7 juta. Sejak pelarangan itu, ratusan aktivis pro-Palestina dilaporkan telah ditangkap di berbagai wilayah Inggris.

Penangkapan Thunberg menuai reaksi keras dari berbagai tokoh. Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk wilayah pendudukan Palestina, menuding pemerintah Inggris berupaya membungkam kritik atas genosida Israel. Ia menyebut semakin banyak penangkapan justru akan mendorong lebih banyak orang berdiri membela hak asasi manusia.

Kecaman juga datang dari pemimpin Green Party of England and Wales, Zack Polanski, yang menilai Thunberg ditangkap hanya karena membawa poster penolakan terhadap genosida. Ia menyebut kriminalisasi aksi damai sebagai tanda serius kemunduran demokrasi.

Politikus Partai Buruh Richard Burgon menyebut penangkapan tersebut “sama sekali tidak masuk akal” dan kembali menegaskan alasannya menolak pelarangan Palestine Action di parlemen. Sementara itu, Zarah Sultana dari Your Party menyindir tajam pemerintah, menyebut Thunberg ditangkap karena menentang genosida, sementara Perdana Menteri Keir Starmer tetap bebas.

Menurut Sultana, justru para pemimpin yang dianggap terlibat atau membiarkan kejahatan kemanusiaanlah yang seharusnya dimintai pertanggungjawaban di pengadilan internasional.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: