Eks Dubes Soroti Potensi Sabotase dalam Jatuhnya Pesawat yang Tewaskan Elite Militer Libya

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 27 Desember 2025 | 08:00 WIB
Eks Dubes soroti potensi sabotase dalam jatuhnya pesawat yang tewaskan Panglima Militer Libya. (Foto/Pixabay)
Eks Dubes soroti potensi sabotase dalam jatuhnya pesawat yang tewaskan Panglima Militer Libya. (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Seorang mantan diplomat Libya tidak menampik adanya kemungkinan sabotase dalam penyebab jatuhnya pesawat yang menewaskan petinggi militer Libya di Ankara, Turki pada Selasa (23/12/2025).

Diketahui, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Libya Muhammad al-Haddad dan rombongannya tewas dalam kecelakaan pesawat sesaat setelah lepas landas pada Selasa malam waktu Ankara. Kejaksaan Agung Turki pun tengah melakukan penyelidikan atas insiden tersebut.

"Apa yang terjadi bisa saja menguntungkan pihak-pihak yang menentang Ankara, memungkinkan mereka memperkuat posisi di tubuh militer dan melemahkan pengaruh Turki," kata mantan Duta Besar Libya untuk Rusia Muhammad Salim Amish yang dilansir harian Turkiye, Sabtu (27/12/2025).

"Belum ada informasi yang pasti, tetapi 'campur tangan eksternal' terhadap pesawat itu tak bisa dikesampingkan," sambungnya.

Amish pun menekankan kondisi teknis pesawat harus diperiksa terlebih dahulu, termasuk siapa pemilik pesawat sewaan itu dan rute penerbangan yang sebelumnya ditempuh.

Menurut Amish, Libya saat ini terbelah menjadi dua wilayah dan Turki tengah mengambil langkah serius untuk menyatukan Libya kembali. Dan para penumpang pesawat yang jatuh itu adalah tokoh-tokoh penting dalam proses tersebut.

Sementara itu, Harian Hurriyet melaporkan, kecelakaan pesawat itu berpotensi menimbulkan dampak lebih parah jika terjadi beberapa menit kemudian, ketika pesawat melintas di atas kawasan permukiman di Ankara.

Sebelumnya, diberitakan bahwa jet pribadi dengan tipe Falcon 50 dan nomor ekor 9H-DFJ ini berangkat dari Bandara Esenboga Ankara menuju Tripoli pada Selasa (23/12/2025) pukul 20.10 waktu setempat. Pesawat awalnya hilang kontak hingga akhirnya dinyatakan jatuh di Ankara.

Pada Rabu (24/12/2025), Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki Abdulkadir Uraloglu mengatakan, analisis terhadap kotak hitam dan rekaman penerbangan akan dilakukan di negara ketiga.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: