Menag Nasaruddin Umar Minta Ormas Keagamaan Perkuat Madrasah dan Pesantren
BeritaNasional.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan di Indonesia memperkuat tata kelola serta melakukan reorientasi karakter pendidikan di madrasah dan pesantren. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga nilai-nilai keagamaan tetap kokoh di tengah perubahan zaman.
"Selama ajaran keagamaan kuat di Indonesia, maka selama itu bangsa kita akan kuat. Karena itu, konsistensi karakter ini harus tetap dipertahankan secara fokus," ujar Nasaruddin dikutip dari laman Kemenag, Jumat (10/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, diamenyoroti tantangan yang kini dihadapi ormas keagamaan, yakni munculnya era post-truth atau pasca-kebenaran. Pada kondisi ini, menurutnya, persepsi masyarakat terhadap kebenaran tidak lagi sepenuhnya didasarkan pada dalil ilmiah, Al-Qur'an, maupun Hadis, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor lain.
Ia menyebut sedikitnya ada tiga kekuatan baru yang berpotensi menggeser pemahaman masyarakat terhadap kebenaran, yaitu media sosial, orientasi pragmatis yang dipengaruhi uang, serta kepentingan kelompok tertentu.
“Ada tiga kekuatan baru di tengah masyarakat kita yang bisa sekali menyingkirkan kebenaran kita, pertama adalah media sosial. Media sosial bisa membuat mereka menjadi iblis, bisa juga seperti malaikat. Yang kedua adalah uang, kenapa, masyarakat kita semakin pragmatis. Dan yang ketiga, taktik-taktik kepentingan kelompok tertentu," urai dia.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Nasaruddin menilai lembaga pendidikan berbasis madrasah dan pesantren perlu mengembalikan pola pendidikan yang mengintegrasikan kecerdasan intelektual dengan pembentukan karakter dan nilai-nilai spiritual sebagaimana diwariskan dalam tradisi pendidikan Nusantara.
Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan di lingkungan pendidikan Islam untuk merefleksikan kembali metode pengajaran yang selama ini diterapkan kepada generasi muda.
"Tantangan kita sudah diketahui, mampu gak kita mengajarkan anak kita seperti orang tua kita mengajarkan diri kita? Mampu gak kita mengajarkan anak kita seperti bapak-ibu kita yang sekolahnya rendah, atau mungkin tidak sekolah, tapi anaknya semuanya jadi (berhasil)?" bebernya.
Lebih lanjut, Nasaruddin menegaskan bahwa keunggulan pendidikan madrasah dan pesantren terletak pada penerapan prinsip Iqra' Bismi Rabbik, yakni proses menuntut ilmu yang selalu diiringi dengan kesadaran akan nilai-nilai ketuhanan. Menurutnya, ilmu pengetahuan tidak cukup dipelajari hanya melalui aktivitas membaca, tetapi juga harus dibingkai dengan nilai-nilai keimanan agar modernisasi tidak berdampak buruk terhadap moral generasi muda.
"Menuntut ilmu di madrasah dan pesantren itu tidak cukup hanya dengan Iqra’ tapi juga harus dengan bismillahirrahmanirrahim, karena yang kita pelajari adalah ilmunya Allah SWT, yang tidak bisa sekedar dipelajari dengan membaca, itulah yang akan membaikkan dunia," pungkas Nasaruddin.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 17 jam yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu




