BNPB Pastikan Distribusi Logistik Bencana Sumatera Capai 97 Persen, Tak Ada Barang Mengendap Berhari-hari

Oleh: Lydia Fransisca
Senin, 29 Desember 2025 | 13:01 WIB
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari. (Foto/YouTube Setpres)
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari. (Foto/YouTube Setpres)

BeritaNasional.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan signifikan terkait penyaluran bantuan logistik untuk wilayah Sumatera yang terdampak bencana jelang akhir tahun 2025. 

Melalui standar operasional prosedur (SOP) yang ketat, BNPB memastikan bantuan sampai ke tangan warga dengan sangat cepat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari memaparkan data distribusi tersebut dalam Konferensi Pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pasca Bencana di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (29/12/2025).

Muhari menjelaskan arus logistik dari pusat maupun posko wilayah menunjukkan angka yang sangat positif. 

Kecepatan pengiriman menjadi kunci utama agar kebutuhan mendasar masyarakat di lokasi bencana segera terpenuhi.

"Kami akan meng-update beberapa hal terkait dengan pertama tentang logistik. Secara umum logistik dari Posko Halim saja dalam satu bulan ini sudah menerima 1.500 ton dan mengantarkan 1.526 ton dengan laju distribusi persentase itu 97 persen. Kemudian untuk Iskandar Muda ini sudah masuk 1.341 ton dan sudah terdistribusi 1.000 ton sehingga laju distribusi logistik 80,93 persen," ungkap Abdul.

Dia menambahkan posko-posko di tingkat provinsi tidak hanya mengandalkan pasokan dari Jakarta, tetapi juga aktif mengelola bantuan mandiri.

"Perlu kami sampaikan bahwa untuk setiap posko provinsi, selain menerima dukungan logistik dari Posko Halim, ini juga melakukan pengadaan pembelian dan menerima distribusi logistik dari warga di tiap provinsi," jelasnya.

Cakupan distribusi bantuan di beberapa wilayah terdampak, seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat, juga terpantau sangat efektif dengan rata-rata di atas 80 persen.

Posko Silangit (Sumut): 98,2 persen

Posko Kualanamu (Sumut): 72,4 persen

Sumatera Barat: 93,5 persen

Pihak BNPB menekankan bahwa manajemen pergudangan diatur agar tidak terjadi penumpukan barang yang terlalu lama di posko transit.

"Jadi di sini terlihat bahwa SOP kami itu tidak ada barang yang datang tinggal lebih dari 2x24 jam. Semua pasti langsung terdistribusi. Jadi, laju distribusi kita di setiap posko itu di atas 80 persen," tandasnya.

 sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: