Kaleidoskop 2025: 1.394 KK Ikut Transmigrasi, Simak Sebaran hingga Kendalanya
BeritaNasional.com - Sejak resmi menjabat pada 20 Oktober 2024 lalu, Presiden Prabowo Subianto menghidupkan kembali program transmigrasi yang pernah populer di era Orde Baru dengan membentuk Kementerian Transmigrasi (Kementrans), yang sebelumnya hanya menempel pada kementerian tertentu. Dengan konsep transmigrasi yang berbeda, Kementrans kembali mengirimkan para ribuan kepala keluarga (KK) sebagai transmigran ke sejumlah daerah sepanjang tahun 2025 ini.
Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi menjelaskan, sepanjang 2025, Kementrans telah mengirim 1.394 KK dalam program Transmigrasi Lokal maupun Transmigrasi Karya Nusantara (Trans Karya Nusa/TKN). Trans Lokal adalah program perpindahan penduduk yang fokus pada pemindahan warga dari satu daerah ke daerah lain dalam satu provinsi atau satu pulau, sementara TKN adalah pembangunan kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan potensi lokal, penciptaan lapangan kerja berkelanjutan, serta pemerataan kesejahteraan.
"Tahun 2025 yang ikut program transmigrasi sejumlah 1.394 KK dengan rincian 1.299 KK transmigran lokal dan 95 KK merupakan trans karya nusa," kata Viva Yoga kepada BeritaNasional, yang dikutip Rabu (31/12/2025).
Sepanjang 2025, kata Viva Yoga, para transmigran tersebut ditempatkan pada 11 lokasi di 10 kabupaten di 10 provinsi. Berikut adalah rincian lokasi penempatan transmigrasi tahun 2025:
- Lokasi Tj. Banon Rempang Kota Batam, Prov. Kepri: 504 KK
- Lokasi Pulau Nibung Kab. Sukamara, Prov. Kalimantan Tengah: 90 KK
- Lokasi Sungai Baru Kab. Sukamara, Prov. Kalimantan Tengah: 200 KK
- Lokasi Keladen Kab. Paser, Prov Kalimantan Timur: 50 KK
- Lokasi Tj. Buka SP. 10 Kab. Bulungan, Prov. Kalimantan Utara: 55 KK
- Lokasi Torire Kab. Poso, Prov. Sulawesi Tengah: 50 KK
- Lokasi Taramanu Tua Kab. Polewali Mandar, Prov. Sulawesi Barat: 100 KK
- Lokasi Lagading Kab. Sidrap, Prov. Sulawesi Selatan: 145 KK
- Lokasi Kotakawaw SP.7 Kab. Sumba Timur, Prov. NTT: 50 KK
- Lokasi Waleh SP. 3 Kab. Halmahera Tengah, Prov. Maluku Utara: 50 KK
- Lokasi Domande Kab. Merauke, Prov. Papua Selatan: 100 KK.
Viva Yoga mengatakan, para transmigran ini dibekali sejumlah fasilitas yang dapat menunjang kinerjanya di kawasan transmigrasi. Di antaranya, sandang, pangan dan papan, serta peralatan yang menunjang pertanian, perikanan, serta bibit tanaman dan benih-benih ikan.
"Para transmigran akan di fasilitasi perbekalan yang terdiri atas alat pertanian, alat pertukangan, alat tidur, alat makan, Sandang, alat penerangan, hainsaw, sarana produksi pertanian berupa bibit, bencih, pupuk dan lain-lain, catu pangan beras dan non beras selama 12 bulan untuk lahan kering dan 18 bulan untuk lahan basah. Untuk transmigran penempatan pola nelayan akan diberikan bantuan jarring nelayan," terang Viva Yoga.
Kemudian, Viva menjelaskan, para transmigran ini akan melakukan sejumlah pekerjaan di kawasan transmigrasi. Untuk 2025 ini, para transmigran ditempatkan untuk mengolah lahan pekarangan maupun usaha di lahan usaha yang disediakan.
Kendala Transmigrasi 2025 dan Perbaikan Transmigrasi 2026
Tentu, Viva Yoga mengakui bahwa implementasi transmigrasi ini tidaklah mudah, terdapat sejumlah kendala di lapangan. Mulai dari penolakan dari sejumlah kelompok masyarakat di Kalimantan dan Papua sejak awal program transmigrasi ini kembali dicanangkan Presiden Prabowo. Masalah waktu dan juga anggaran turut menjadi kendala pada program ini.
Berikut adalah beberapa kendala pada program Transmigrasi 2025:
- Kendala waktu, dikarenakan anggaran di Kementerian Transmigrasi merupakan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) yang mana baru cair dan dapat dipakai pada pertengahan tahun, sehingga waktu yang sedikit membuat pelaksanaan juga terhambat
- Penempatan transmigran tahun 2025 fokus dengan program transmigrasi lokal, sehingga daftar tunggu untuk masyarakat yang mendaftar sebagai transmigrasi karya nusa menjadi semakin banyak
- Persepsi perubahan mindset di Masyarakat yang masih memaknai transmigrasi sebagai perpindahan penduduk secara besar-besaran yang hanya mendatangkan masalah di Lokasi yang baru.
Dari kendala-kendala tersebut, Kementrans pun melakukan evaluasi terhadap program transmigrasi 2025 dan melakukan perbaikan untuk 2026 mendatang.
Viva menyampaikan, mengingat Kementerian Transmigrasi adalah kementerian baru yang dibentuk pada Kabinet Merah Putih di akhir 2024, di mana perencanaan dan pelaksanaan program transmigrasi dilaksanakan dalam tahun yang sama, sehingga programnya pun dinilai kurang ideal dalam segi perencanaan.
"Kementerian Transmigrasi juga harus berfokus pada susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) baru dan penyiapan norma, standar, prosedur dan kriteria (NSPK)," ujarnya.
Dengan demikian, program transmigrasi tahun 2026 nantinya akan sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2026 nanti, fokus program Kementerian Transmigrasi adalah mencetak SDM unggul melalui pemberian beasiswa patiot sejumlah 1.000 melalui program Transmigrasi Patriot. Para transmigran juga akan disebarkan di tiga Kawasan Transmigrasi (KT), yakni, KT Barelang, KT Salor dan KT Kalukku.
Selain itu, Viva menyampaikan sejumlah tujuan dan harapan dari program transmigrasi yang diamanatkan oleh Presiden Prabowo, antara lain:
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







