Mendagri Ungkap Besaran Anggaran Pemulihan Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Oleh: Ahda Bayhaqi
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:59 WIB
Mendagri Tito Karnavian saat diwawancarai. (BeritaNasional/Bachtiarudin Alam)
Mendagri Tito Karnavian saat diwawancarai. (BeritaNasional/Bachtiarudin Alam)

BeritaNasional.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan kebutuhan anggaran pemulihan bencana Sumatera diperkirakan Rp59,25 triliun. 

Provinsi Aceh membutuhkan dana paling besar sampai Rp33,75 triliun, sedangkan Sumatera Utara (Sumut) Rp12 triliun dan Sumatera Barat (Sumbar) Rp13,5 triliun.

"Kalau untuk pemulihan nanti sampai dengan selesai, diperlukan anggaran lebih kurang 59,25 triliun. Masing-masing Rp33,75 triliun untuk Aceh, Rp13,5 triliun untuk Sumatera Barat, dan Rp12 triliun untuk Sumatera Utara," ujar Tito saat rapat koordinasi pascabencana yang digelar DPR RI bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah di Aceh pada Selasa (30/12/2025).

Sementara itu, Tito memaparkan, dari 18 kabupaten/kota di Aceh, masih ada kabupaten/kota yang masih menjadi perhatian. Daerah tersebut adalah Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Pidie Jaya.

Terkhusus Aceh Tamiang yang pemulihannya paling berat karena sampai saat ini pemerintahannya belum efektif dan perekonomian belum maksimal.

"Yang paling berat adalah Tamiang, karena Tamiang pemerintahannya belum berjalan efektif dan kemudian ekonomi juga belum berjalan maksimal," jelas Tito.

Sementara itu, dari 18 kabupaten/kota di Sumatera Utara, masih ada lima yang masih perlu perhatian dalam pemulihan pascabencana. Namun, kata Tito, kondisinya tidak separah di Aceh.

"Yaitu, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan Kota Sibolga," ujarnya.

Sementara itu, di Sumatera Barat, dari 16 kabupaten/kota terdampak, hanya ada tiga yang perlu perhatian, yaitu Agam, Padang Pariaman, dan Tanah Datar.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: