Prabowo Instruksikan Percepatan Renovasi Rumah, Anggaran Disiapkan di APBN 2026

Oleh: Lydia Fransisca
Rabu, 31 Desember 2025 | 07:55 WIB
Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari dan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) Fahri Hamzah. (Foto/BPMI)
Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari dan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) Fahri Hamzah. (Foto/BPMI)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari dan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) Fahri Hamzah di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (30/12/2025).

Usai pertemuan, Fahri menyampaikan bahwa Prabowo memberikan arahan terkait percepatan program renovasi rumah.  Fahri mengatakan, pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran renovasi rumah dalam APBN Tahun 2026.

“Tahun depan sudah ada anggaran untuk renovasi yang sudah tertulis dalam APBN 2026 sekitar Rp400 ribu, tetapi bahkan beliau setuju sampai Rp2 juta sekalipun untuk renovasi tidak ada masalah,” kata Fahri.

Menurut Fahri, tantangan utama pelaksanaan renovasi rumah, khususnya di wilayah perkotaan terletak pada keterbatasan lahan serta kompleksitas persoalan tata ruang. 

Oleh karena itu, pemerintah tengah menyiapkan mekanisme percepatan melalui regulasi khusus.

“Tetapi yang 1 juta di perkotaan ini kita memang memerlukan satu mekanisme percepatan akselerasi, karena di perkotaan itu ada banyak masalah ketersediaan lahan yang memang sangat sulit," ucap Fajri.

"Dan inilah yang kami lagi desain konsepnya dalam bentuk peraturan yang dibutuhkan, mungkin setingkat Perpres atau PP yang sedang kami siapkan,” tambahnya..

Sementara itu, Qodari mengungkapkan bahwa Kepala Negara optimis terhadap capaian pembangunan di tahun-tahun mendatang, khususnya pada periode 2026-2027. 

Presiden pun menekankan bahwa seluruh program prioritas diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong perputaran ekonomi nasional.

“Beliau tadi sebut istilah velocity of money, bagaimana tiap uang, tiap rupiah yang dikucurkan itu akan berkali-lipat pada giliran berikutnya di lapangan. Jadi kita lihat insyaallah tahun depan,” kata Qodarisinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: