Krisis Kemanusiaan Afghanistan, PBB Luncurkan Paket Bantuan Rp27 Triliun pada 2026

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 31 Desember 2025 | 22:35 WIB
Bendera PBB. (Foto/pixabay)
Bendera PBB. (Foto/pixabay)

BeritaNasional.com - Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) resmi merilis rencana kebutuhan dan respons kemanusiaan untuk Afghanistan tahun 2026.

Meskipun angka kebutuhan sedikit menurun, Afghanistan diprediksi tetap akan menjadi salah satu pusat krisis kemanusiaan terbesar di dunia pada tahun mendatang.

Untuk menangani krisis ini, PBB membutuhkan dana sebesar 1,71 miliar dolar AS (sekitar Rp27,3 triliun) guna menjangkau jutaan warga yang berada dalam kondisi kritis.

OCHA memperkirakan 21,9 juta orang di Afghanistan akan membutuhkan bantuan kemanusiaan pada tahun 2026. Meski angka ini turun 4 persen dibandingkan tahun 2025, situasi ketahanan pangan di negara tersebut masih sangat mengkhawatirkan.

Laporan tersebut memproyeksikan sekitar 17,4 juta orang akan menghadapi kerawanan pangan akut. Mirisnya, sebanyak 4,7 juta orang di antaranya berada dalam status Fase 4 IPC (Darurat), satu tingkat di bawah kondisi kelaparan massal atau bencana.

Dari total populasi yang membutuhkan, PBB bersama mitra kemanusiaan akan memprioritaskan bantuan bagi 17,5 juta orang. Fokus utama dari paket bantuan senilai Rp27 triliun ini meliputi:

  • Penyediaan bahan pangan dan nutrisi.
  • Layanan kesehatan dan air bersih.
  • Penyediaan tempat tinggal yang layak dan sanitasi.
  • Dukungan bantuan tunai serbaguna untuk memulihkan ekonomi rumah tangga.

Penyebab Krisis: Dari Iklim hingga Hak Perempuan

Kondisi memprihatinkan di Afghanistan bukan disebabkan oleh konflik bersenjata semata, melainkan oleh kerentanan struktural yang mendalam. OCHA menyoroti beberapa faktor utama pendorong krisis, di antaranya:

  • Guncangan Alam Berulang: Kekeringan ekstrem akibat perubahan iklim, gempa bumi, hingga banjir bandang yang sering terjadi.
  • Masalah Kesehatan: Berbagai wabah penyakit yang masih sulit dikendalikan.
  • Risiko Perlindungan: Tekanan berat terhadap hak-hak dasar, terutama bagi kelompok perempuan dan anak perempuan.

Tekanan Akibat Pemulangan Pengungsi Massal

Situasi kian diperparah dengan gelombang pemulangan warga Afghanistan dari negara tetangga. Sepanjang tahun 2025 saja, lebih dari 2,61 juta warga kembali dari Iran dan Pakistan.

Kepulangan massal lintas batas ini memberikan beban yang sangat besar bagi komunitas lokal yang menampung mereka. Infrastruktur layanan dasar dan sumber mata pencaharian yang sudah terbatas kini semakin tertekan, menciptakan tantangan baru dalam proses stabilisasi di Afghanistan.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: