Sambut 2026, Para Pemimpin Dunia Serukan Persatuan dan Perdamaian

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 02 Januari 2026 | 09:00 WIB
Ilustrasi Tahun Baru 2026. (BeritaNasional/Lydia)
Ilustrasi Tahun Baru 2026. (BeritaNasional/Lydia)

BeritaNasional.com - Memasuki tahun 2026, dunia masih dibayangi oleh tantangan besar mulai dari konflik geopolitik, krisis iklim, hingga ketidakpastian ekonomi.

Meski demikian, para pemimpin dunia kompak menyuarakan optimisme. Melalui pesan Tahun Baru 2026, mereka menyerukan pentingnya persatuan dan keberanian kolektif demi masa depan yang lebih cerah.

PBB: Investasi untuk Manusia, Bukan Perang

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres menyampaikan pesan mendalam pada Senin (29/12/2025). Ia mendesak para pemimpin global untuk mengubah prioritas anggaran dunia.

"Dunia punya sumber daya untuk menyembuhkan planet ini dan mengamankan keadilan. Tahun baru ini, mari kita bangkit bersama demi kemanusiaan dan perdamaian," tegas Guterres.

Ia menekankan agar dunia lebih banyak berinvestasi dalam memerangi kemiskinan ketimbang mendanai peperangan.

Rusia dan Korea Selatan Fokus pada Keamanan dan Kemakmuran

Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pidatonya menyoroti bahwa kedaulatan negara sangat bergantung pada persatuan rakyatnya. Bagi dia, Tahun Baru adalah momen ajaib untuk membuka hati terhadap cinta dan kasih sayang.

Sementara itu, Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, menjanjikan lonjakan pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh stabilitas kawasan.

"Kedamaian yang kokoh adalah sinonim dari pertumbuhan. Keamanan yang kuat adalah pendorong kemakmuran," ujarnya.

Pesan dari Afrika dan Asia Tenggara

Afrika Selatan yang sukses menjadi tuan rumah KTT G20 pertama di tanah Afrika pada 2025 merasa bangga. Presiden Cyril Ramaphosa menyatakan bahwa negara-negara berkembang kini semakin dihormati di kancah internasional. Ia mengajak rakyatnya tetap bersatu membangun ekonomi yang terus membaik.

Dari Asia Tenggara, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengingatkan pentingnya ketahanan mental. Meski perdagangan global sedang terfragmentasi, ia menilai ekonomi dunia terbukti lebih tangguh dari perkiraan semula. Ia mengajak masyarakat membawa pola pikir yang penuh harapan di tahun baru.

Eropa Melawan Perpecahan dan Membangun Kekuatan

Di Inggris, PM Keir Starmer berjanji akan mengakhiri masa-masa sulit dan perpecahan yang sempat melanda negaranya. Ia optimis bahwa pada 2026, rakyat Inggris akan kembali merasakan "janji pembaruan" yang nyata dari pemerintahannya.

Senada dengan Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron menitipkan tiga pesan utama bagi rakyatnya. Yakni, persatuan, kekuatan, dan harapan.

Macron mengajak warga menatap masa depan dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebebasan.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: