Arus Balik Libur Natal dan Tahun Baru Meningkat, ASDP Perkuat Antisipasi Kepadatan
BeritaNasional.com - Arus balik libur Natal dan Tahun Baru mulai menunjukkan peningkatan di sejumlah jalur penyeberangan utama nasional. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat mobilitas masyarakat masih terkelola dengan baik, khususnya di lintasan strategis Bakauheni–Merak dan Gilimanuk–Ketapang.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan tren arus balik mulai menguat seiring mendekatnya akhir masa liburan serta penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA). Meski demikian, ia memastikan kondisi layanan secara umum tetap terkendali.
“Pergerakan arus balik memang mulai meningkat, namun seluruh sistem layanan berjalan dengan baik. Ini menunjukkan kesiapan operasional serta sinergi kuat seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat,” ujarnya dikutip, Jumat (2/1/2026).
Berdasarkan data Posko Bakauheni pada periode 31 Desember 2025 pukul 00.00–23.59 WIB, jumlah penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa tercatat sebanyak 24.020 orang atau meningkat 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total kendaraan yang menyeberang mencapai 5.749 unit atau tumbuh 3,7 persen. Kenaikan tertinggi terjadi pada kendaraan truk yang mencapai 2.317 unit atau naik 19,6 persen, serta bus sebanyak 277 unit atau meningkat 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, arus penyeberangan dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk menunjukkan dinamika berbeda. Pada H+6, total penumpang tercatat 22.963 orang atau turun tipis 1,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, total kendaraan justru meningkat menjadi 7.698 unit atau naik 8,4 persen. Kenaikan terbesar terjadi pada kendaraan roda dua yang mencapai 3.760 unit atau melonjak 18,3 persen, disusul truk logistik sebanyak 1.452 unit atau tumbuh 7,2 persen.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan, perusahaan terus mengedepankan langkah-langkah antisipatif untuk meminimalisasi potensi kepadatan selama arus balik. Upaya tersebut meliputi penerapan delaying system di sejumlah titik buffer zone, skema tiba bongkar berangkat (TBB), kesiapsiagaan petugas di lapangan, serta penguatan koordinasi lintas instansi terkait.
Dari sisi operasional, ASDP mengoptimalkan pola operasi armada dengan mengoperasikan 28 kapal pada kondisi normal. Kapasitas ini ditingkatkan hingga 33 kapal di lintasan Merak–Bakauheni dan 34 kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk saat kondisi sangat padat, guna memastikan layanan tetap berjalan optimal dan terkendali.
“Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 2–3 Januari 2026. Seluruh langkah antisipatif telah disiapkan, dan kesiapsiagaan terus dijaga untuk memastikan kelancaran serta keselamatan pengguna jasa selama periode tersebut,” ujar Windy.
ASDP juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dengan memesan tiket sejak jauh hari melalui aplikasi Ferizy. Pengisian data diri yang akurat dinilai penting untuk mempercepat proses layanan di pelabuhan sekaligus memastikan hak pengguna jasa tetap terpenuhi apabila terjadi kondisi tidak terduga.
Terkait faktor cuaca, Windy menambahkan bahwa ASDP terus berkoordinasi intens dengan BMKG dalam memantau perkembangan kondisi cuaca serta mengimbau pengguna jasa untuk mengedepankan aspek keselamatan selama perjalanan laut. Perhatian khusus ditujukan bagi pengguna jalur penyeberangan Jawa–Bali mengingat potensi cuaca ekstrem masih diperkirakan berlangsung hingga awal Maret 2026.
“Kami mengimbau pengguna jasa untuk selalu mencermati informasi cuaca terkini dan mempertimbangkan kembali rencana perjalanan apabila kondisi perairan tidak memungkinkan, demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” ujarnya.
Secara kumulatif sejak H hingga H+6, total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni mencapai 230.350 orang atau naik 4,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 220.184 orang. Total kendaraan tercatat 57.177 unit atau meningkat 7,3 persen dari realisasi sebelumnya sebesar 53.292 unit.
Adapun penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk pada periode yang sama tercatat 190.283 orang atau turun 2,9 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 196.044 orang. Meski demikian, total kendaraan meningkat menjadi 54.651 unit atau naik 2,3 persen dari realisasi sebelumnya 53.420 unit.
Sebagai penghubung utama mobilitas antarpulau, ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan penyeberangan yang andal, aman, dan berkelanjutan guna menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di awal tahun 2026.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







