Hari Braille Sedunia dan Lahirnya Kesetaraan Hak bagi Penyandang Tunanetra di Dunia

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:58 WIB
Hari Braille Sedunia dan lahirnya kesetaraan hak bagi penyandang tunanetra di dunia-huruf Braille. (Foto/Freepik)
Hari Braille Sedunia dan lahirnya kesetaraan hak bagi penyandang tunanetra di dunia-huruf Braille. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Setiap 4 Januari, warga dunia memperingati Hari Braille Sedunia untuk menghormati kelahiran Louis Braille, penemu sistem tulisan Braille yang merevolusi akses informasi bagi penyandang tunanetra dan gangguan penglihatan. Peringatan ini menjadi momentum global untuk menegaskan bahwa akses terhadap pendidikan, informasi, dan komunikasi merupakan bagian dari hak asasi manusia yang setara bagi semua.

Dilansir dari laman Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Hari Braille Sedunia juga menjadi ajakan untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya inklusivitas dan aksesibilitas. Simak sejarah dan makna peringatan Hari Braille, yang dirangkum BeritaNasional. 

Sejarah Hari Braille Sedunia

Sejarah Braille berawal dari sosok Louis Braille, warga Prancis yang kehilangan penglihatannya sejak kecil yang kemudian mengembangkan sistem titik timbul berbasis enam titik pada awal abad ke-19. Sistem ini memungkinkan tunanetra membaca dan menulis melalui sentuhan jari, serta digunakan dalam berbagai bidang mulai dari literasi hingga musik dan sains.

Meski baru diakui secara luas setelah wafatnya pada 1852, penemuan Braille perlahan diadopsi di berbagai negara dan menjadi standar utama komunikasi tertulis bagi tunanetra. Dan pada November 2018, Majelis Umum PBB secara resmi menetapkan 4 Januari sebagai Hari Braille Sedunia yang terus diingat dan diperingati hingga hari ini.

Makna Peringatan Hari Braille

Makna peringatan Hari Braille Sedunia tidak hanya terletak pada penghormatan terhadap penemunya, tetapi juga pada perjuangan berkelanjutan untuk kesetaraan hak bagi penyandang disabilitas visual.

Momentum peringatan Hari Braille ini sekaligus mendorong pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk memperluas penggunaan Braille dalam ruang publik, pendidikan, dan teknologi di berbagai belahan dunia. 

Lebih dari sekadar simbol, Hari Braille Sedunia menjadi pengingat bahwa akses informasi yang inklusif adalah fondasi penting bagi masyarakat yang adil dan berkeadaban. Sekaligus menunjukkan bahwa siapapun berhak untuk mengakses informasi tanpa adanya penghalang, termasuk untuk para difabel. Selamat Hari Braille Sedunia!

(Rep/Sisilia)sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: