Jangan Asal Konsumsi, Ini Perbedaan Paracetamol dan Ibuprofen

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Selasa, 06 Januari 2026 | 07:34 WIB
Ilustrasi paracetamol dan ibuprofen. (BeritaNasional/Freepik)
Ilustrasi paracetamol dan ibuprofen. (BeritaNasional/Freepik)

BeritaNasional.com -  Kamu pernah mendengar atau bahkan mengonsumsi paracetamol atau ibuprofen? Dua jenis obat ini umum digunakan untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam.

Meskipun keduanya memiliki fungsi yang serupa, terdapat perbedaan penting dalam mekanisme kerja, penggunaan, dan efek sampingnya.

Penting untuk mengetahui perbedaan keduanya karena dapat membantu dalam memilih obat yang tepat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan individu.

Apa Itu Parasetamol dan Ibuprofen?

Parasetamol

Melansir laman Halodoc parasetamol juga dikenal sebagai acetaminophen adalah analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam).

Obat ini bekerja dengan mengurangi produksi prostaglandin di otak, yang berperan dalam menyebabkan nyeri dan demam.

Ibuprofen

Ibuprofen termasuk dalam kelas obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Obat ini bekerja dengan menghambat enzim siklooksigenase (COX), yang terlibat dalam produksi prostaglandin di seluruh tubuh.

Dengan menghambat produksi prostaglandin, ibuprofen dapat mengurangi nyeri, demam, dan peradangan.

Lalu bagaimana penggunaan Ibuprofen anak?

Ibuprofen juga efektif untuk meredakan demam dan nyeri pada anak-anak. Khusus untuk anak, obat ini tersedia dalam bentuk sirup atau suspensi yang mudah diberikan.

Namun, penting untuk memberikan obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter atau yang tertera pada kemasan.

Persamaan Parasetamol dan Ibuprofen

Parasetamol dan ibuprofen memiliki beberapa persamaan, di antaranya:

Meredakan nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, dan nyeri haid.

Menurunkan demam.

Tersedia dalam berbagai bentuk, seperti tablet, sirup, dan suppositoria.

Dapat dibeli bebas di apotek.

 

Perbedaan Parasetamol dan Ibuprofen

Mekanisme kerja: Parasetamol bekerja terutama di otak, sedangkan ibuprofen bekerja di seluruh tubuh.

Efek antiinflamasi: Ibuprofen memiliki efek antiinflamasi, sementara parasetamol tidak.

Penggunaan: Ibuprofen sering digunakan untuk kondisi yang melibatkan peradangan, seperti arthritis dan cedera olahraga.

Efek samping: Ibuprofen dapat menyebabkan masalah pencernaan dan meningkatkan risiko masalah kardiovaskular pada beberapa orang, sedangkan parasetamol lebih berisiko menyebabkan kerusakan hati jika digunakan dalam dosis tinggi.

Dosis dan Cara Penggunaan

Dosis parasetamol dan ibuprofen bervariasi tergantung pada usia, berat badan, dan kondisi medis individu.

Penting untuk selalu mengikuti petunjuk dosis yang tertera pada kemasan obat atau anjuran dokter.

Parasetamol

Dosis umum untuk dewasa adalah 500-1000 mg setiap 4-6 jam, tidak melebihi 4000 mg dalam 24 jam. Pada anak-anak, dosisnya dihitung berdasarkan berat badan.

Ibuprofen

Dosis umum untuk dewasa adalah 200-400 mg setiap 4-6 jam, tidak melebihi 1200 mg dalam 24 jam. Pada anak-anak, dosisnya juga dihitung berdasarkan berat badan.

 

Efek Samping dan Kontraindikasi

Seperti semua obat, parasetamol dan ibuprofen dapat menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang umum meliputi:

Parasetamol

Mual, sakit perut, dan kerusakan hati (pada dosis tinggi).

Ibuprofen

Sakit perut, mulas, mual, muntah, diare, konstipasi, dan peningkatan risiko masalah kardiovaskular pada beberapa orang.

Ibuprofen sebaiknya dihindari oleh orang dengan riwayat tukak lambung, penyakit ginjal, atau alergi terhadap OAINS. Sementara itu, obat parasetamol harus digunakan dengan hati-hati oleh orang dengan penyakit hati.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: