Kasad Maruli Buka Suara soal Biaya Pembuatan Sumur Bor di Sumatera

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 06 Januari 2026 | 15:43 WIB
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (Foto/istimewa)
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak buka suara terkait rencana pembangunan satu sumur bor yang menghabiskan biaya sampai Rp150 juta untuk di wilayah terdampak bencana Sumatera.

Menurutnya, pengeboran yang dilakukan berbeda dengan pengeboran air biasa. Karena pihaknya harus mencari sumber mata air yang berada pada ke dalam tertentu untuk bisa menemukan sumber mata airnya.

“Kalau kita tidak menemukan mata airnya, air itu pasti akan habis. Kalau hanya untuk satu rumah, mungkin bisa saja yang kayak di rumah-rumah kita. Rumah saya di Bandung mungkin nggak sampai Rp10 juta jadi tuh air, hanya untuk kepentingan satu keluarga,” kata Maruli kepada wartawan di Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Alhasil, lanjut Maruli, dengan kerumitan yang ada dan kebutuhan air untuk mencukupi satu desa. Biaya pengeboran air yang dilakukan di wilayah Sumatera ini berbeda dengan biaya untuk mencukupi kebutuhan air rumahan. 

“Beberapa daerah kita di Indonesia ini banyak daerah-daerah yang sumber airnya sulit. Kalau gampang, dari dulu sudah ada airnya di sana. Jadi kadang-kadang mata bor-nya patah, kadang-kadang ternyata airnya tidak ada, kita harus pindah lagi. Rumit,” jelasnya.

“Makanya kalau yang benar-benar ngerti air itu malah menghindari untuk nge-bor di daerah-daerah Gunung Kidul. Menghindar. Coba kalau ada yang mau Rp150 juta di Gunung Kidul, ya kan? Nggak akan mau, pasti saya yakin,” tambah Maruli.

Atas penjelasan ini, Maruli berharap masyarakat lebih bijak dan bisa memahami apa yang sedang dikerjakan pemerintah untuk membantu memulihkan kondisi wilayah Sumatera yang dilanda bencana.

“Jangan semua mengoreksi terus. Ya enggak apa-apa, kritik bagus supaya kami juga mengevaluasi, tapi memberi kesan bahwa dia ngerti, kita buat salahnya banyak, ya nggak gitu-gitu juga,” imbuhnya.

Sekedar informasi soal biaya pengeboran sumur air bersih yang mencapai Rp100 - Rp150 juta sempat ramai di media sosial. Usai beredar percakapan Presiden Prabowo Subianto dengan Kepala BNPB Letjen Suharyanto dan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak.

Percakapan itu berlangsung saat rapat terbatas di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Rabu (1/1/2026). Kala itu, Prabowo menanyakan pembuatan sumur bor kepada jajarannya yang dijawab bisa mencapai Rp100 juta hingga Rp150 juta tergantung kondisi tanah.

"Menurut saya Rp 150 juta itu murah. Tapi ini sudah termasuk biaya tenaga kerjanya atau belum? Atau malah tentaranya tidak dibayar?" kata Prabowo yang dijawab Maruli biaya itu sudah keseluruhan.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: