Kolaborasi Lintasarta–Starlink Dorong Konektivitas Digital hingga Wilayah 3T

Oleh: Imantoko Kurniadi
Selasa, 06 Januari 2026 | 23:42 WIB
Ilustrasi Lintasarta. (Foto/doc. Linntasarta)
Ilustrasi Lintasarta. (Foto/doc. Linntasarta)

BeritaNasional.com -  Lintasarta kolaborasi strategis dengan Starlink, layanan internet satelit orbit rendah besutan SpaceX.

Kemitraan ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Lintasarta dalam memperluas pemerataan akses digital sekaligus membangun fondasi kedaulatan digital Indonesia yang aman dan berkelanjutan.

Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan kunjungan jajaran pimpinan SpaceX ke Indonesia pada Desember 2025 untuk bertemu manajemen Lintasarta.

Sejak kerja sama diteken pada Agustus 2024, kolaborasi ini menunjukkan akselerasi signifikan. Dalam setahun terakhir, implementasi layanan Starlink yang dikelola Lintasarta tumbuh lebih dari 400 persen, seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas dari sektor industri, pemerintahan, hingga wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Director & Chief Telco Services Officer Lintasarta, Zulfi Hadi, menilai pesatnya adopsi Starlink mencerminkan kebutuhan riil akan konektivitas yang cepat, andal, aman, serta mampu menjangkau area yang sebelumnya sulit tersentuh jaringan.

“Kolaborasi ini bukan sekadar menghadirkan konektivitas, tetapi juga membangun fondasi kedaulatan digital Indonesia. Kami memastikan teknologi diterapkan dengan tata kelola yang kuat, keamanan yang terjaga, serta manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Zulfi, dikutip dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).

Ia menambahkan, sinergi dengan Starlink juga memperkuat peran Lintasarta sebagai AI Factory di dalam Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group.

Peran tersebut dibangun di atas empat pilar utama, yakni Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration. Keempatnya terintegrasi untuk menghadirkan solusi end-to-end bagi pelanggan korporasi, industri, dan institusi nasional dalam membangun ekosistem digital berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang berdaya saing global.

Dalam konteks pembangunan infrastruktur digital nasional, Lintasarta memposisikan kolaborasi ini sebagai penyediaan layanan berstandar enterprise.

Layanan Starlink diintegrasikan dengan infrastruktur cloud, sistem keamanan siber, serta ekosistem kolaborasi AI milik Lintasarta.

“Kami tidak hanya menghadirkan konektivitas, tetapi membangun fondasi transformasi digital yang aman dan berkelanjutan bagi Indonesia,” kata Zulfi.

Sementara itu, Director of Commercial Sales SpaceX, Andrew Matlock, turut menegaskan komitmen Starlink dalam mendukung pembangunan infrastruktur digital Indonesia melalui kemitraan jangka panjang bersama Lintasarta.

“Indonesia memiliki peran strategis dalam penguatan ekosistem digital kawasan. Bersama Lintasarta, kami ingin menjadi bagian dari perjalanan transformasi digital nasional dengan menghadirkan konektivitas yang inklusif, andal, dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Andrew.

Melalui pendekatan managed service, Lintasarta memastikan seluruh layanan Starlink beroperasi sesuai standar industri, mulai dari keandalan jaringan, keamanan data, hingga kepatuhan terhadap regulasi nasional. 

Hal tersebut terlihat saat terjadi bencana di Aceh dan Sumatera Utara. Kolaborasi Lintasarta dan Starlink memungkinkan pemulihan jaringan operator seluler serta pelanggan korporasi berlangsung jauh lebih cepat. Dengan kemampuan deployment yang sigap dan tanpa ketergantungan pada infrastruktur terrestrial, konektivitas darurat dapat segera dihadirkan untuk mendukung keselamatan masyarakat, kelangsungan layanan publik, serta keberlanjutan operasional bisnis.

Seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap konektivitas berkapasitas besar untuk pengembangan AI, analitik data, dan otomasi bisnis, Lintasarta menempatkan kolaborasi dengan Starlink sebagai elemen strategis dalam percepatan transformasi digital lintas sektor.

“Kami ingin teknologi tidak hanya hadir, tetapi benar-benar memberdayakan Indonesia, menciptakan pemerataan peluang, meningkatkan daya saing industri, dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif,” tutup Zulfi.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: